Bharada Eliezer Penyibak Skenario Busuk Pembunuhan Brigadir J
Kamis, 9 Februari 2023 | 09:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tanpa pengakuan jujur dari Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada Eliezer atau Bharada E, barangkali kasus pembunuhan terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat belum seterang sekarang.
Para penyidik bakal butuh waktu lebih lama mengungkap kasus jika hanya mengandalkan scientific crime investigation sementara para pihak yang terlibat sepakat tutup mulut. Pengakuan Eliezer punya peran penting membongkar skenario busuk yang menutupi tindak pidana pembunuhan.
Pemuda 24 tahun ini membeberkan pengakuan bahwa ternyata tidak ada tembak menembak antara dirinya dengan Yosua. Yang ada adalah ia menembak Yosua atas perintah Irjen Pol Ferdy Sambo, sang atasan.
Tewasnya Yosua pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, Jalan Duren Tiga Nomor 46 Pancoran, Jakarta Selatan, langsung membetot perhatian khalayak.
Yosua konon tewas setelah melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Bagian ini menjadi magnet kuat menarik minat orang mengikuti kasus Sambo.
Putri berteriak sehingga Yosua bergegas kabur. Ia ditegur oleh Bharada Eliezer namun malah melepas tembakan. Maka terjadi tembak-menembak antarkedua ajudan tersebut hingga Yosua tersungkur, mati.
Begitulah versi awal kejadian yang dilansir Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dan Kapolres Jaksel saat itu, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara





