Kasus Brigadir Setyo Herlambang, Polisi Diminta Tak Berikan Pernyataan Tanpa Fakta
Senin, 25 September 2023 | 23:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat kepolisian, Bambang Rukminto meminta agar polisi tidak tergesa-gesa memberikan pernyataan tanpa fakta sesuai bukti scientific crime investigation (SCI) terkait kasus tewasnya Brigadir Setyo Herlambang, ajudan Kapolda Kaltara, Irjen Daniel Adityajaya.
Pernyataan itu disampaikan Bambang Rukminto agar pihak kepolisian belajar dari kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo.
"Kepolisian jangan tergesa-gesa memberikan pernyataan tanpa fakta-fakta sesuai bukti-bukti SCI hasil forensik baik autopsi maupun balistik agar tak memunculkan asumsi liar. Kepolisian harusnya belajar dari kasus penembakan Brigadir Joshua di Duren Tiga setahun lalu," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (25/9/2023).
Menurut Bambang, kepolisian harus benar-benar terbuka terkait penuntasan kasus tersebut. Apakah penyebab kematian Brigpol Setyo itu benar karena kelalaian atau kesengajaan.
"Apabila karena kesengajaan dilakukan oleh orang lain atau oleh dirimya sendiri (bunuh diri)," ucapnya.
Transparansi dalam mengusut kasus tewasnya ajudan kapolda Kaltara itu penting untuk menjadi bahan evaluasi secara mendalam. Ditekankan, tanpa adanya keterbukaan akan sulit membuat langkah yang tepat untuk perbaikan.
Brigadir Setyo Herlambang, ajudan atau belakangan disebut pengawal pribadi (walpri) Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Adityajaya ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya di lingkungan rumah dinas kapolda Kaltara di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat (22/9/2023).
BACA JUGA
Luka Tembak di Dada Jadi Penyebab Kematian Ajudan Kapolda Kaltara Brigadir Setyo Herlambang
Tim inafis Ditreskrimum dan Bidpropam Polda Kaltara telah melakukan olah TKP di lokasi. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang bukti senjata api yang teregristasi atas nama Brigadir Setyo Herlambang tergeletak di samping tubuh korban.
"Sudah. Tim dari Ditreskrimum dan Bidpropam juga sudah ke se sana untuk olah TKP," kata Kabid Humas Polda Kaltara, Budi Rachmat kepada Beritasatu.com, Sabtu (23/9/2023).
Budi membantah kabar yang menyebut korban tewas bunuh diri. Hal ini karena dari hasil olah TKP awal, Brigadir Setyo diduga tewas karena tertembak oleh peluru yang berasal dari senjata api saat tengah membersihkan senjata api tersebut.
"Bukan bunuh diri. Dugaan sementara korban membersihkan senjata api. Jadi akibat kelalaian," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




