ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PBNU: Ormas Keagamaan Penting untuk Rajut Rekonsiliasi pada Bulan Suci

Sabtu, 30 Maret 2024 | 10:03 WIB
A
BW
Penulis: Antara | Editor: BW
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi. (Instagram/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi, menyatakan, organisasi kemasyarakatan atau ormas keagamaan memiliki peran strategis dalam menenangkan emosi masyarakat pasca-Pemilu 2024 dan menyampaikan pesan rekonsiliasi, terutama pada bulan puasa.

"Ormas memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan rekonsiliasi karena biasanya mereka memiliki pengikut yang sangat loyal," kata ulama yang akrab disapa Gus Fahrur, Sabtu (30/3/2024).

Selain itu, berbagai ormas biasanya memiliki pimpinan yang juga menjadi figur yang diteladani di dalamnya.

Gus Fahrur menilai sikap yang moderat dari para pimpinan ormas dan adanya keinginan untuk terus merajut persaudaraan sesama anak bangsa akan sangat efektif untuk meredam emosi-emosi yang timbul akibat kampanye politik selama Pemilu 2024.

ADVERTISEMENT

Menurut Gus Fahrur, kondisi Indonesia akan menjadi lebih baik jika efek dari kontestasi Pemilu 2024 yang mungkin bisa menimbulkan gesekan horizontal dan suasana yang cenderung panas bisa segera mereda.

Dikatakan, sebagai upaya stabilisasi kondisi sosial dan politik, sikap moderat dari pimpinan ormas, seruan, dan semangat untuk merajut persaudaraan dianggap sebagai langkah efektif untuk meredam ketegangan dan emosi negatif yang muncul selama masa kampanye dan kontestasi politik selama Pemilu 2024.

Namun, di tengah upaya meraih rekonsiliasi, ia juga menyoroti tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah adanya fanatisme di antara para tokoh dan pendukung politik yang cenderung memicu konflik.

Fanatisme tersebut, katanya, perlu dinetralisasi dengan mengingatkan bahwa pemilu hanyalah alat untuk memilih, bukan untuk memecah belah bangsa.

Pentingnya kesadaran bahwa tujuan utama pemilu adalah membangun negeri harus menjadi poin kunci dalam memperkuat rekonsiliasi.

Pada bulan puasa yang bertepatan dengan berakhirnya Pemilu 2024, menurutnya, memberikan nuansa tersendiri dalam rekonsiliasi.

Gus Fahrur menganggap Ramadan sebagai momen rahmat dan berkah bagi semua umat. Puasa dianggap sebagai bentuk pengendalian diri dan emosi.

“Ketika umat menjalankan puasa dengan penuh kesadaran, tensi kemarahan dan konflik cenderung menurun karena mereka terfokus pada ibadah dan menjaga kebersihan hati dan pikiran,” katanya.

Lebih jauh Gus Fahrur menekankan pentingnya menjaga suasana damai selama bulan puasa. Provokasi dan konflik, menurutnya, tidak sejalan dengan semangat puasa yang penuh toleransi dan rekonsiliasi.

Ia yakin, Ramadan adalah rahmat dan berkah bagi semua. Bagi kaum muslim, menjalankan puasa Ramadan berarti juga harus menampilkan pengendalian diri dan emosi.

"Jika pada bulan-bulan biasa ada kecenderungan orang untuk bertengkar, selayaknya pada bulan Ramadan, tensi permusuhan dan perpecahan otomatis menurun bagi seorang muslim. Hal ini semata-mata untuk menjaga kesempurnaan dari ibadah puasa itu sendiri," tuturnya.

Maka dari itu, Gus Fahrur menyayangkan jika masih ada pihak yang melakukan provokasi terkait dengan isu apa pun yang berdampak negatif pada kerukunan masyarakat.

Dengan menahan diri dalam bicara dan perbuatan pada bulan puasa, dia berharap masyarakat dapat menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat memicu ketegangan dan konflik.

Ia juga mengajak semua umat untuk menjalani puasa dengan sebaik-baiknya dan menghormati bulan Ramadan.

"Apa pun hasil pemilu, itu adalah kehendak Tuhan yang harus dihormati," katanya.

Dalam suasana Ramadan yang penuh dengan doa dan introspeksi, Gus Fahrur mengajak untuk melepaskan egoisme dan fanatisme, serta mendukung pemimpin yang terpilih dengan penuh kesadaran.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gus Ipul Jamin Muktamar NU 2026 Bebas Intervensi Politik

Gus Ipul Jamin Muktamar NU 2026 Bebas Intervensi Politik

NASIONAL
Kiai Sepuh Beri 5 Rekomendasi kepada PBNU

Kiai Sepuh Beri 5 Rekomendasi kepada PBNU

NASIONAL
Muktamar Ke-35 NU Digelar Agustus 2026, Lokasi Masih Digodok

Muktamar Ke-35 NU Digelar Agustus 2026, Lokasi Masih Digodok

NASIONAL
Muktamar NU Diharapkan Jadi Penentu Arah Moral Organisasi

Muktamar NU Diharapkan Jadi Penentu Arah Moral Organisasi

NASIONAL
Korupsi Kuota Haji, Staf PBNU Syaiful Bahri Mangkir Panggilan KPK

Korupsi Kuota Haji, Staf PBNU Syaiful Bahri Mangkir Panggilan KPK

NASIONAL
PBNU: Program MBG Langkah Strategis Siapkan Generasi Sehat dan Cerdas

PBNU: Program MBG Langkah Strategis Siapkan Generasi Sehat dan Cerdas

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon