ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekonom: Food Estate Belum Optimal Tingkatkan Ketahanan Pangan Indonesia

Kamis, 15 Agustus 2024 | 07:00 WIB
CS
Z
R
Presiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan
Presiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis, 9 Juli 2020. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai program food estate atau lumbung pangan merupakan langkah positif untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Namun, ia menilai implementasi program tersebut masih belum optimal.

"Food estate berpotensi menghasilkan produksi pangan yang jauh lebih banyak. Namun, implementasinya saat ini belum sesuai harapan dan banyak yang belum optimal," ungkap Nailul seusai menghadiri acara “Investor Daily Round Table di Hotel Mulia, Jakarta pada Selasa (13/8/2024).

Nailul mengamati keberadaan food estate belum memberikan dampak signifikan terhadap produksi pangan nasional. Contohnya, komoditas jagung di Papua dan Kalimantan Tengah belum memenuhi ekspektasi masyarakat dalam menurunkan harga jagung. Selain itu, hasil dari penanaman padi juga belum terlihat jelas dari program food estate.

ADVERTISEMENT

Menurut Nailul, fokus program food estate saat ini cenderung pada pembukaan lahan baru, bukan pada peningkatan produktivitas pangan. Ia menekankan perlunya langkah serius dari pemerintah untuk mencapai tujuan food estate dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Pemilihan lokasi tanam yang strategis adalah salah satu langkah yang dapat dilakukan. Misalnya, memilih lokasi yang terbukti dapat menghasilkan produksi padi dan gabah yang lebih banyak," jelas Nailul.

Ia juga menyarankan untuk menambah jumlah masa panen sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas pangan.

"Jika saat ini masa panen hanya tiga kali, kita bisa mengubahnya menjadi empat kali dalam setahun. Dengan cara ini, meskipun luas tanah tidak bertambah signifikan, produktivitas tanah dapat meningkat jauh lebih tinggi," katanya.

Nailul menegaskan perlunya perubahan konsep dalam food estate. Alih-alih hanya mencetak lahan, fokus harus pada peningkatan produktivitas pertanian yang harus didorong oleh pemerintah dan semua pihak terkait.

"Produktivitas padi kita terus menurun. Food estate seharusnya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Demo Hari Tani Nasional, Petani Desak Hentikan Korporatisasi Pangan

Demo Hari Tani Nasional, Petani Desak Hentikan Korporatisasi Pangan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon