ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Asupan Protein yang Memadai Dapat Mencegah Stunting

Minggu, 13 Oktober 2024 | 09:32 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Ibu-ibu menyusui, hamil, dan yang memiliki balita antusias mengikuti edukasi soal stunting.
Ibu-ibu menyusui, hamil, dan yang memiliki balita antusias mengikuti edukasi soal stunting. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti senior di bidang biologi molekuler dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bahagiawati Amir Husin menyatakan pemerintah saat ini sedang berupaya memastikan anak-anak di Indonesia mendapatkan cukup protein. Menurutnya, protein yang cukup sangat penting untuk mencegah stunting pada anak-anak.

“Protein yang cukup merupakan kunci untuk mencegah stunting. Protein ini bisa berasal dari susu, daging, seperti ayam. Salah satu penyebab utama stunting di negara kita kemungkinan adalah kurangnya konsumsi protein hewani,” jelas Bahagiawati, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (12/10/2024).

Ia menambahkan gizi yang tidak memadai sering terlihat pada anak-anak yang mengalami stunting (gangguan pertumbuhan) atau wasting (berat badan yang sangat rendah). Selain dampak fisik, anak-anak yang kekurangan gizi juga berisiko mengalami keterlambatan perkembangan mental dan masalah kesehatan serius.

ADVERTISEMENT

Bahagiawati juga menyarankan agar ibu hamil dan anak-anak memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin.

“Ini bisa dilakukan dengan memastikan asupan zink dan zat besi yang cukup tinggi, yang penting untuk perkembangan otak dan tumbuh kembang anak di masa depan,” tambahnya.

Bahagiawati juga menekankan penerapan bioteknologi atau teknologi pangan dapat berperan dalam menurunkan angka stunting. 

Sementara itu, CEO of Simple Planet and S&S Lab, Dominic Jeong, mengatakan protein dan lemak merupakan bahan yang sangat terkonsentrasi, lebih seperti bahan fungsional. Menurut Dominic, para ahli dari perusahaannya akan segera datang ke Indonesia untuk melakukan pengembangan protein dan lemak hewani dari sel hewan.

"Protein dan lemak ini merupakan bahan yang sangat terkonsentrasi, lebih seperti bahan fungsional. Kami berfokus untuk mengatasi masalah kelaparan, malnutrisi atau kekurangan gizi dan ingin menyelesaikan masalah perubahan iklim," ungkap Dominic.

Lebih lanjut  Director of Future Lestari Cynthia Krisanti mengatakan Future Lestari fokus mengurangi stunting rate di Indonesia.

"Di situ kita melihat banyak potensi dimana simple planet ini bisa menjadi bahan tambahan pangan bagi makanan yang ada di Indonesia. Nantinya makanan tersebut bisa lebih bernutrisi dan akhirnya kita bisa mencukupi kecukupan nutrisi bangsa dan mengurangi stunting," jelas Cynthia Krisanti.

Dia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya inovatif untuk meningkatkan kualitas gizi pangan di Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemprov NTB Belajar Strategi Tekan Stunting ke Kota Mojokerto

Pemprov NTB Belajar Strategi Tekan Stunting ke Kota Mojokerto

JAWA TIMUR
Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Resmikan Konsorsium 1.000 HPK

Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Resmikan Konsorsium 1.000 HPK

NASIONAL
Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Capai Rp 20 Triliun

Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Capai Rp 20 Triliun

EKONOMI
Sukses Tekan Stunting, Mojokerto Kantongi Rp 6,3 Miliar

Sukses Tekan Stunting, Mojokerto Kantongi Rp 6,3 Miliar

JAWA TIMUR
Pemkab Lebak Verifikasi Data Stunting Seusai Kenaikan Signifikan

Pemkab Lebak Verifikasi Data Stunting Seusai Kenaikan Signifikan

BANTEN
Ini Perbedaan Anak Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu

Ini Perbedaan Anak Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon