ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Krisis di Gaza Dinyatakan Kejahatan Perang dan Kemanusiaan, Mahasiswa Desak Boikot Produk Terafiliasi Israel Dilanjutkan

Kamis, 14 November 2024 | 07:30 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mendesak masyarakat melanjutkan aksi boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.
Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mendesak masyarakat melanjutkan aksi boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel. (IST/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com – Human Rights Watch (HRW) menyatakan bahwa otoritas Israel telah menyebabkan pemindahan paksa massal terhadap warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023, dan bertanggung jawab atas kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan yang dirilis HRW pada Kamis, 14 November 2024.

HRW mengungkapkan bahwa tindakan otoritas Israel telah mengakibatkan lebih dari 90% populasi Gaza, atau sekitar 1,9 juta orang, terpaksa mengungsi. Selain itu, banyak wilayah Gaza yang hancur akibat serangan militer Israel selama 13 bulan terakhir. Pasukan Israel dilaporkan telah melakukan penghancuran rumah-rumah dan infrastruktur sipil secara sengaja dan terkontrol. Beberapa area dihancurkan dengan tujuan menciptakan "zona penyangga" dan "koridor" keamanan, yang diperkirakan akan memaksa warga Palestina untuk meninggalkan daerah tersebut secara permanen.

Keprihatinan atas situasi yang terus berlanjut di Gaza mendorong mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk melanjutkan aksi boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel. Aksi ini juga bertepatan dengan satu tahun keluarnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 83 tentang Dukungan Terhadap Palestina, yang mengharamkan pembelian produk terafiliasi Israel.

ADVERTISEMENT

Mahasiswa dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Banten, Bandung, Pekalongan, dan lainnya, menggelar aksi pemasangan spanduk yang menyerukan boikot terhadap produk-produk tersebut. Andrian, Koordinator Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Palestina (SMURP), menegaskan pentingnya tindakan boikot ini untuk mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak melupakan Palestina. Ia juga menekankan bahwa boikot produk terafiliasi Israel merupakan salah satu cara yang terbukti efektif untuk menekan perusahaan-perusahaan yang mendukung kebijakan Israel.

Andrian menjelaskan bahwa banyak produk yang mengalirkan keuntungan langsung kepada pemerintah Israel. SMURP, bersama mahasiswa, berencana untuk memperluas gerakan boikot ini ke seluruh kampus di Indonesia. Menurutnya, dampak boikot ini sudah terbukti efektif dalam melemahkan perusahaan-perusahaan asing yang berafiliasi dengan Israel, baik dari sisi penurunan pendapatan, nilai saham, maupun profit perusahaan-perusahaan tersebut.

"Kami siap menjadi garda terdepan untuk mendorong masyarakat tetap konsisten melakukan boikot. Aksi boikot terbukti mampu mengurangi pendapatan perusahaan-perusahaan terafiliasi Israel," ujar Andrian.

Andrian juga mengingatkan bahwa perjuangan untuk pembebasan Palestina belum selesai. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi Israel sesuai dengan arahan MUI dan beralih menggunakan produk-produk dalam negeri atau nasional.

"Perjuangan pembebasan Palestina belum selesai, tetap boikot produk-produk terafiliasi Israel. Jangan kendor, seperti yang dianjurkan MUI. Setelah itu, kita beralih ke produk nasional," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon