Wacana Jabatan Presiden 3 Periode
Golkar: Kita Punya Trauma, Rakyat Tak Dukung Presiden 3 Periode
Sabtu, 20 Maret 2021 | 17:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wacana penambahan masa jabatan presiden tiga periode masih menggelinding dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, upaya membahas kembali masa jabatan presiden tiga periode merupakan sebuah kemunduran. Sebab, reformasi 1998 yang adalah mengupayakan pembatasan masa jabatan presiden kembali dibahasrakan masa jabatan presiden yang dulu kita punya trauma yang cukup besar," kata Doli dalam diskusi daring bertajuk 'Misteri 2024', Sabtu (20/3/2021).
Menurut Ketua Komisi II DPR itu, hasil reformasi setelah kurang lebih 23 tahun justru sangat banyak manfaat dan kemajuan yang dirasakan bangsa Indonesia. Karena itu, dia meyakini jika wacana penambahan masa jabatan presiden tiga periode tidak akan dikehendaki oleh rakyat Indonesia.Baca Juga: Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode Indo Barometer: Duet Jokowi-Prabowo pada 2024
"Jadi saya kira hari ini setelah 23 tahun sebetulnya kan hasil dari amendemen UUD 1945 dalam konteks reformasi itu banyak kemajuan-kemajuan yang sudah kita dapatkan," tuturnya.
"Nah, saya enggak yakin rakyat dilibatkan dalam masalah ini akan memberikan dukungan," kata Doli Kurnia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




