Patrialis tertawa, Tifatul tak menyesal
Selasa, 1 Maret 2011 | 14:54 WIB
Dua menteri ini santai menanggapi rencana perombakan kabinet, yang kabarnya akan dilakukan SBY.
Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar tertawa saat diminta tanggapan soal rencana perombakan kabinet yang kabarnya bakal dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Hahaha … [perombakan kabinet] itu terserah presiden," kata Patrialis di Kantor Kepresidenan, di Jakarta, hari ini.
Namun kata menteri yang berasal dari PAN, salah satu partai pendukung koalisi, itu mengatakan apa pun keputusan presiden mengenai perombakan kabinet akan diterima dengan lapang dada.
"Saya tidak boleh komentar, masa saya ngomongin soal kebijakan [perombakan kabinet] itu? Tidak etis. Itu wewenang presiden. Saya kan anak buah presiden. Yang namanya keputusan presiden ya kita terima," kata dia.
Beberapa jam sebelumnya, Staf Khusus Kepresidenan Daniel Sparingga, dan Juru Bicara Kepresidenan Julian pasha mengatakan SBY sedang mempersiapkan langkah untuk melakukan perombakan kabinet.
Kebijakan perombakan kabinet didasarkan pada alasan tidak adanya kesamaan pandangan di antara parpol anggota koalisi dan merujuk kepada kontrak kinerja, pakta integritas dan hasil evaluasi UKP4.
Perbaikan komunikasi
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan tidak menyesal dengan semua keputusan partainya yang selalu berseberangan dengan Partai Demokrat, partai SBY.
Dia mengatakan, ada atau tidak PKS di koalisi, harus ada yang diperbaiki dalam tata cara komunikasi politik khusus di internal Setgab. "Ada atau tidak ada PKS di [koalisi] sana, komunikasi harus diperbaiki sebab di negara ini tidak ada kekuatan yang dominan di atas 50 persen," lanjut Tifatul.
Dia mengatakan, perbedaan cara pandang dalam penuntasan mafia pajak seharusnya bisa dikomunikasikan di internal Setgab.
"Kejadian perbedaan pendapat ini sebetulnya di parlemen, cuma saya yang di-unyeng-unyeng. Jadi kejadian di parlemen, perbedaan pendapat antara fraksi itu, itu dikomunikasikan. Jangan kekuatan sebesar ini tidak dikonsolidasikan. Itu tanda tidak bersyukur," tegas Tifatul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




