ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perjuangkan Hak Perempuan, Puan dan Fatayat NU Satu Visi

Selasa, 26 April 2022 | 18:13 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Puan Maharani.
Puan Maharani. (ANTARA)

Jakarta, Beritasatu.com - Aktivis hak-hak perempuan mengapresiasi pernyataan Ketua DPR Puan Maharani pada peringatan hari lahir (harlah) ke-72 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Puan dan Fatayat NU dinilai memiliki satu visi yang sama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

"Puan memiliki satu visi yang sama dengan Fatayat NU dalam upaya memperjuangkan hak-hak perempuan. Apalagi, dia merupakan anggota kehormatan organisasi tersebut. Saat dia menjadi Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), dirinya juga hadir dalam acara rapat kerja nasional organisasi perempuan itu. Wajar jika Puan satu visi terkait isu memperjuangkan hak-hak perempuan," ujar Koordinator Forum Perempuan Indonesia Berdaya (Forpida), Anisa Mursidawati, di Jakarta, Selasa (26/4/2022).

Sebelumnya, Senin (25/4/2022), Ketua DPR Puan Maharani mengucapkan selamat hari lahir ke-72 kepada Fatayat NU. Puan berharap Fatayat NU terus melakukan kerja-kerja nyata dan terus berdaya untuk bangsa.

Baca Juga: Harlah Ke-72 Fatayat NU, Puan: Terus Berjuang dan Mengabdi

ADVERTISEMENT

Politisi PDI Perjuangan itu berpesan agar organisasi sayap NU itu bisa terus berjuang pada isu-isu terkait pemberdayaan perempuan. Perjuangan itu, ujar Puan, sesuai dengan tujuan berdirinya Fatayat NU pada 24 April 1950.

Ketua DPR menegaskan, pada era modern saat ini, perempuan bisa berperan dan berkontribusi bagi negeri. Jika perempuan di suatu negara baik, ujar Puan, maka negaranya juga akan baik.

"Peran kaum perempuan sangat penting, termasuk yang menjadi ibu rumah tangga. Mereka adalah kunci mengembangkan generasi Indonesia yang unggul," ujarnya.

Menangapi itu, Anisa mengatakan, Puan terbukti selalu memperjuangkan hak-hak perempuan sejak menjadi Menko PMK hingga menjadi perempuan pertama di Indonesia yang menjadi ketua DPR. Saat ini, di antara dominasi kaum laku-laki pada bursa calon presiden (capres), Puan tampil sebagai satu-satunya perempuan.

Baca Juga: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Program Prioritas Fatayat NU Kota Tangerang

Dalam konteks ini, Anisa berharap Puan tetap menjalin hubungan yang erat dengan Fatayat NU. Hubungan yang erat itu merupakan modal politiknya jika akan maju sebagau capres pada Pemilu 2024.

"Puan harus menjaga hubungan baik dengan sayap dari organisasi massa Islam terbesar itu, karena bagus sebagai basis dukungan pada Pilpres 2024," ujar Anisa.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon