PKB Harus Mempertimbangkan Suara NU di Pemilu 2024
Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) sekaligus ilmuwan politik Saiful Mujani mengatakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) perlu mempertimbangkan suara dan aspirasi politik dari Nahdlatul Ulama (NU).
Hal tersebut disampaikan Saiful Mujani dalam acara Bedah Politik episode "Top Down Koalisi Gerindra-PKB?" yang disiarkan oleh kanal Youtube SMRC TV, Jumat (12/8/2022).
"Ada hubungan yang sangat khusus antara NU dan PKB. Kita tidak bisa membayangkan PKB tanpa NU," kata Saiful Mujani.
Saiful menerangkan manifestasi politik NU bisa dalam bentuk banyak partai atau orang NU bisa ada di berbagai partai, salah satunya PKB. Tapi tidak sebaliknya, bahwa orang PKB bisa ada di pelbagai ormas lain.
"Karena itu, harus diperhitungkan apakah ormas NU yang menjadi basis bagi PKB menghendaki koalisi tersebut. Sampai saat ini, belum terdengar ada opini atau pendapat dari tokoh-tokoh NU tentang rencana koalisi PKB-Gerindra," ujar Saiful Mujani.
Ditegaskannya, NU secara resmi memang tidak berpolitik, tapi politik organisasi ini dilakukan tanpa lembaga, seperti yang dipraktikkan Ma'ruf Amin, Hasyim Muzadi, atau Abdurrahman Wahid.
"Walaupun secara lembaga NU tidak berpolitik, tapi politik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang-orang NU," terang Saiful Mujani.
Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta ini menyebutkan survei SMRC menemukan ada 9,7% publik Indonesia yang mengaku sebagai anggota aktif NU. Responden yang mengaku anggota NU tapi tidak aktif sebesar 18,1%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




