Puluhan Mahasiswa Blokir Jalan ke Kantor Bupati

Senin, 1 April 2013 | 19:41 WIB
LD
YD
Penulis: Laurens Dami | Editor: YUD
Ilustrasi demonstrasi mahasiswa menentang pemerintah.
Ilustrasi demonstrasi mahasiswa menentang pemerintah. (AFP)

Pandeglang - Kinerja Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi dan Wakil Bupati Heryani dinilai sangat mengecewakan dan memprihatinkan. Karena itu puluhan mahasiswa dari sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan BEM Unma Pandeglang, memblokir jalan di depan Pendopo Kantor Bupati Pandeglang.

Aksi ini bertepatan dengan peringatan HUT Kabupaten Pandeglan yang ke-139, Senin (1/4). Selain memblokir jalan, mahasiswa juga membakar spanduk HUT Pandeglang serta ban bekas hingga asapnya masuk ke gedung pendopo dan mengganggu pejabat dan undangan yang sedang menikmati jamuan seusai upacara HUT Kabupaten Pandeglang.

Mahasiswa juga melempari pendopo dengan telur.

"Bupati Erwan Kurtubi lebih banyak sumpah dan janji namun tidak pernah melakukan apa pun untuk membenahi dan membangun Pandeglang. Ruas jalan masih banyak yang rusak, angka kemiskinan masih tinggi, sekolah rusak dan pengangguran masih tinggi. Kinerja Bupati Erwan Kurtubi dan Wakil Bupati Heryani sangat mengecewakan," tegas Nipal Sutisna, salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Aksi demonstrasi para mahasiwa ini sempat mengganggu jalannya acara ramah tamah peringatan HUT Kabupaten Pandeglang. Sejumlah pejabat sempat mempertanyakan aksi para mahasiswa tersebut karena dianggap sangat mengganggu jalannya acara.

Kapolres Pandeglang AKBP Tb Ade Hidayat menyatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melarang mahasiswa berdemonstrasi karena demo sifatnya pemberitahuan.

Untuk diketahui, kondisi infrastruktur jalan masih menjadi persoalan utama di Kabupaten Pandeglang hingga saat ini.

Jalan berstatus kabupaten sepanjang 723,03 kilometer, sepanjang 96,88 kilometer di antaranya dalam kondisi rusak berat.

Sementara itu jalan dalam kondisi rusak sedang sepanjang 185,25 kilometer, dan lainnya masuk kategori rusak ringan. Sementara jalan yang mengalami kerusakan ringan tercatat 230,25 kilometer dan yang terbilang baik hanya 213,65 kilometer.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Pandeglang, ruas jalan yang kondisinya memprihatinkan terdapat di bagian selatan Pandeglang seperti di Kecamatan Patia, Munjul, Angsana, Cibaliung, Cibitung, Cimanggu, dan Sumur. Di wilayah ini, ada sejumlah desa yang jalannya sudah rusak sejak 20 tahun lalu.

Pasca banjir dan tanah longsor tahun ini tercatat 27 titik jalan, irigasi, dan jembatan rusak. Menurut perhitungan DPU Pandeglang, jika ke-27 jalan rusak itu diperbaiki, maka membutuhkan dana hingga Rp44,425 miliar. Jumlah tersebut beda tipis dengan PAD Pandeglang yang hanya Rp54 miliar pada 2012.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Tengku Abdurahman menilai koordinasi antara dewan dengan Pemkab Pandeglang yang kurang intens membuat setumpuk persoalan infrastruktur jalan lamban ditangani.

Sebelumnya, Bupati Erwan Kurtubi mengakui jika masalah infrastruktur jalan masih menjadi masalah utama di Pandeglang. Kurtubi berjanji hingga 2014 nanti seluruh jalan kabupaten dapat terhubung dengan jalan antar desa (poros desa).

"Tahun 2013-2014 adalah tahun pembangunan. Karena 2014 nanti sudah tidak ada lagi sekolah rusak, dan melalui RPJMD kami juga mencanangkan pengentasan 14 desa tertinggal per tahun," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon