Soal Pembelian Visi Media, HT Kalah Bersaing dari Chairul Tanjung

Jumat, 5 April 2013 | 08:51 WIB
C
WP
Penulis: COY | Editor: WBP
Harry Tanoesoedibyo
Harry Tanoesoedibyo (ANTARA FOTO/ANTARA FOTO)

Jakarta - Hary Tanoe kalah bersaing dari Chairul Tanjung dalam rencana pembelian PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Hary Tanoe yang merupakan pemilik Grup MNC menilai valuasi saham Visi Media senilai US$ 1,8 miliar terlalu mahal.

Sebaliknya, CT Corp, perusahaan yang dikendalikan Chairul Tanjung, siap memborong 100 persen saham Visi Media senilai US$ 1,8 miliar secara tunai.

"Valuasi Visi Media terlalu tinggi. Kami akan mundur jika penawarannya sebesar itu," ujar Hary dalam conference call dengan para analis seperti dikutip Citigroup dalam laporan risetnya, Kamis (4/4).

MNC saat ini memiliki tiga stasiun televisi swasta, yakni RCTI, MNC TV, dan Global TV. Selain TV, MNC merangsek ke bisnis TV berbayar, internet, radio, dan media cetak.

Sebelumnya, CT Corp siap membayar tunai sebesar US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 17,2 triliun untuk menguasai Visi Media. CT Corp tidak akan menggandeng mitra strategis untuk mengakuisisi perusahaan media milik Grup Bakrie tersebut. CT Corp melalui Trans Corp kini mengoperasikan Trans TV, Trans 7, dan Detikcom. Di sisi lain, Visi Media memiliki TV One, ANTV, dan vivanews.com.

"Kami adalah salah satu penawar utama. Di dalam proposal, kami ingin membeli seluruh saham. Kantong saya masih dalam. Hanya kami yang bisa membayar secara tunai 100 pesen, tapi kesepakatan belum terjadi," kata Chairul Tanjung seperti dikutip Reuters, belum lama ini.

Chairul mengaku telah menyiapkan pinjaman baru untuk membiayai akuisisi Visi Media Asia dari Grup Bakrie. Namun, dia tidak menyebutkan nilai pinjaman tersebut.

Grup Bakrie dikabarkan berencana menjual 51 persen saham Visi Media. Nilainya diperkirakan berkisar US$ 1,2-2 miliar, meskipun nilai kapitalisasi pasar Visi Media sebesar US$ 800 juta atau sekitar Rp 7,6 triliun.
Manajemen Visi Media sebelumnya melapor ke Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa pemegang saham perseroan pernah menjajaki kerja sama dan sinergi dengan grup media lain.

Sementara itu, berdasarkan laporan Bloomberg, baru-bar u ini, Visi Media kemungkinan melepas sebagian saham TV One dan ANTV. Saat ini, Visi Media memiliki 72 persen saham di dua stasiun televisi swasta lokal tersebut.

"Kami belum berencana melepas saham Visi Media. Tapi, bisa saja saham dua anak usaha Visi Media dilepas ke pihak-pihak yang ter tarik," ujar Presiden Komisaris Visi Media Anindya Bakrie.

Menurut dia, Grup Bakrie tidak ingin meninggalkan bisnis media. Sebab, bisnis media memiliki eksposur yang kuat dengan konsumsi publik. Selama ini, konsumsi publik menjadi motor pertumbuhan ekonomi domestik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon