Sempat Terjadi Kericuhan Polisi-Mahasiswa Gara-gara Pembakaran Ban

Senin, 17 Juni 2013 | 14:19 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Mahasiswa membakar ban di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6) sebagai bentuk penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak.
Mahasiswa membakar ban di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6) sebagai bentuk penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak. (Bayu Marhaenjati/Beritasatu.com)

Jakarta - Puluhan polisi merangsek masuk ke dalam barikade mahasiswa untuk memadamkan sejumlah ban yang dibakar di depan Gedung DPR-MPR RI, Jakarta, Senin (17/6). Sempat terjadi kericuhan kecil antara polisi dan mahasiswa.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, sebelum memadamkan api menggunakan tabung hydrant, puluhan anggota polisi membuat barikade di depan barikade mahasiswa.

Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Chairul Noor Alamsyah dan Kapolsek Tanah Abang, Kompol Suyudi, melakukan upaya mediasi agar mahasiswa mau memadamkan api dan jangan membakar ban kembali. Namun, upaya mediasi itu direspon dengan teriakan beberapa mahasiswa.

Selanjutnya, setelah memberi waktu beberapa saat, beberapa polisi yang menggunakan tameng dan pentungan itu, mencoba masuk ke dalam barikade mahasiswa dan memadamkan api. Sempat terjadi aksi lempar botol dan dorong-dorongan, namun kericuhan itu tak berlangsung lama.

Pascpemadaman, polisi berseragam pun membubarkan diri di tengah pengunjuk rasa.

Di sisi lain, massa buruh membuat barikade pembatas dengan mahasiswa. Di bawah komando orator, mereka meneriakkan penolakan kenaikan harga BBM seraya mengibarkan bendera.

Sementara itu, Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR-MPR RI menuju Slipi telah tertutup ribuan massa. Polisi pun memberlakukan alih arus lalu lintas. Semua kendaraan menuju Slipi diarahkan masuk jalan tol atau belok ke kiri lewat Senayan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon