Industri Pariwisata Indonesia Masuki Momentum Emas
Selasa, 18 Juni 2013 | 07:40 WIBJakarta - Berdasar catatan BPS (Badan Pusat Statistik), pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 6,02% di triwulan pertama tahun 2013. Diharapkan secara keseluruhan perekonomian Indonesia akan naik sekitar 6,2% dibanding tahun 2012, yaitu sebesar Rp671,3 triliun.
Sektor pariwisata yang menempati urutan kelima sebagai penyumbang devisa negara tahun 2012 juga mengalami peningkatan progresif pada triwulan pertama 2013. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang mencapai 1,29 juta orang pada Januari-Februari 2013, naik 3,82% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tahun 2013 pemerintah, khususnya Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Kemenparekraf) melalui Menteri Mari Elka Pangestu menargetkan pergerakan wisatawan nusantara di angka 250 juta orang, sementara untuk wisatawan mancanegara diangka 9 juta orang.
Tahun 2025 pemerintah optimis akan terjadi kenaikan jumlah wisatan nusantara menjadi 400 juta orang dan 20 juta orang wisatawan mancanegara.
Kenaikan ini dapat terealisasi jika melihat data rata-rata perkembangan pariwisata nasional. Pertumbuhan ini melahirkan peluang besar bagi para pelaku bisnis industri pariwisata untuk kian memantapkan serta mengembangkan bisnisnya.
Presiden Direktur PT Panorama Sentrawisata Tbk, Budi Tirtawisata, melihat bahwa tren pasar investasi tahun 2013 akan sangat berkembang di sektor pariwisata. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan yang signifikan atas investasi asing dan domestik terhadap industri pariwisata pada tahun 2012 sebesar 210,86% dibanding tahun sebelumnya.
"Yang menarik dari bisnis pariwisata adalah sektor ini memberikan multiplier effect terhadap industri lain (makanan, akomodasi, transportasi, hiburan, pameran) sehingga investasi yang dikembangkan harus ditempatkan pada pemain-pemain pariwisata yang memang memiliki kompetensi untuk bersinergi dengan komponen pariwisata lainnya," katanya dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa (18/6).
Tentunya keseriusan pemerintah saat ini melalui Kemenparekraf juga menjadi aspek penting dalam menangkap momentum yang ada. Momentum ini yang menjadi landasan bagi PT Panorama Sentrawisata Tbk untuk bersiap melebarkan sayap bisnisnya lebih jauh lagi.
"Melihat kondisi pasar dan juga besarnya kepercayaan dunia terhadap sektor pariwisata Indonesia, maka kami mengadakan penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I tahap pertama untuk tahun 2013," jelas dia.
Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan momentum yang ada bagi perkembangan bisnis pariwisata serta mendukung pemerintah dalam peningkatan devisa.
Nilai penawaran umum berkelanjutan adalah senilai Rp500 miliar dan untuk pengembangan dana tahap pertama akan digunakan sebesar Rp350 miliar rupiah.
Rincian pelaksanaan dana obligasi adalah terutama untuk penambahan jaringan perseroan dalam rangka membuka akses pasar dan meningkatkan pelayanan, mengembangkan pilar usaha Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) yang sekarang ini telah menjadi kebutuhan dasar lingkup bisnis.
Selain itu Budi menilai perlu menambah sarana akomodasi yang berkualitas berupa hotel-hotel di kota-kota yang menjadi tujuan utama wisata (top tourism destinations) dan yang memiliki pertumbuhan pesat (emerging cities).
"Kemudian juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menjawab tantangan profesionalisme di industri pariwisata baik ditingkat regional maupun nasional," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




