Atlet Indonesia Ikuti Uji Coba di Korea
Senin, 3 Oktober 2011 | 04:09 WIB
Bersiap hadapi tiga pesaing terberat di SEAG: Vietnam, Filipina, Myanmar.
Pedayung rowing Indonesia yang sedang digenjot dalam Pelatnas menghadapi SEA Games XXVI, akan beruji coba di kejuaraan rowing Korea, pada 14-16 Oktober 2011.
Pelatih nasional Ahmad Haris, melalui telepon dari Pelatnas Pengalengan Bandung, Kamis, mengatakan, keikutsertaan atlet pelatnas Indonesia pada kejuaraan rowing Korea itu penting, sebagai ajang finalisasi kemampuan para pedayung menyambut pesta olahraga Asia Tenggara.
"Tim inti cabang dayung Indonesia sudah terbentuk, tetapi atlet yang akan menempati nomor-nomor pertandingan akan dipermanenkan, setelah keikutsertaan pada kejuaraan rowing di Korea," katanya.
Oleh karena itu, Ahmad berharap, para atlet menunjukkan kemampuan maksimal, agar spesialisasi pada setiap nomor pertandingan lebih akurat. Setahun pelatnas berjalan, kata Ahmad pula, memang sudah cukup untuk mengamati kemampuan para atlet. Tetapi menurutnya, untuk mengukur program latihan kompetisi, harus melalui suatu kejuaraan atau event bergengsi.
Ahmad Haris mengatakan, skuad dayung Indonesia jenis rowing akan mendapat perlawanan ketat dari pedayung Vietnam, Filipina, dan Myanmar dalam perebutan medali emas SEA Games XXVI. "Para prinsipnya semua negara peserta diperhitungkan sebagai pesaing, tetapi ketiga negara tersebut (Vietnam, Filipina, Myanmar) memiliki riwayat keunggulan pada cabang dayung," katanya.
Sebaliknya, kata Ahmad, Vietnam pun akan menyusun strategi terbaik menghadapi tuan rumah Indonesia, karena mereka juga telah menunjukkan sebagai rival serius di arena perlombaan. Namun begitu, ia menyatakan bahwa optimisme untuk memenuhi beban target tiga medali emas jenis rowing dari KONI Pusat diyakini dapat diwujudkan.
"Atlet telah berlatih keras dalam pelatnas sejak Januari 2011 lalu, dengan harapan membuahkan hasil maksimal. Bukan hanya sekadar mengejar target tiga medali emas pada nomor rowing," katanya.
Pedayung nasional Jamaluddin, melalui telepon, mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih untuk menetapkan nomor-nomor spesialis yang akan diikuti pada SEA Games. "Sebagai atlet, kami hanya menjalani latihan sesuai program yang diberikan pelatih. Demikian juga halnya dengan nomor-nomor pertandingan yang akan diikuti, kami serahkan kepada pelatih, demi yang terbaik untuk Indonesia," katanya.
Ia menyadari bahwa impian merebut medali emas membutuhkan perjuangan keras dan semangat juara, karena semua negara peserta di cabang dayung memiliki tekad yang sama. "Kalau sudah di arena lomba, tidak ada istilah lawan kuat, sedang, dan lemah. Semua berbalut ambisi dan semangat mengangkat harkat dan martabat bangsanya," kata Jamaluddin, pedayung yang berasal dari Sultra itu.
Pedayung rowing Indonesia yang sedang digenjot dalam Pelatnas menghadapi SEA Games XXVI, akan beruji coba di kejuaraan rowing Korea, pada 14-16 Oktober 2011.
Pelatih nasional Ahmad Haris, melalui telepon dari Pelatnas Pengalengan Bandung, Kamis, mengatakan, keikutsertaan atlet pelatnas Indonesia pada kejuaraan rowing Korea itu penting, sebagai ajang finalisasi kemampuan para pedayung menyambut pesta olahraga Asia Tenggara.
"Tim inti cabang dayung Indonesia sudah terbentuk, tetapi atlet yang akan menempati nomor-nomor pertandingan akan dipermanenkan, setelah keikutsertaan pada kejuaraan rowing di Korea," katanya.
Oleh karena itu, Ahmad berharap, para atlet menunjukkan kemampuan maksimal, agar spesialisasi pada setiap nomor pertandingan lebih akurat. Setahun pelatnas berjalan, kata Ahmad pula, memang sudah cukup untuk mengamati kemampuan para atlet. Tetapi menurutnya, untuk mengukur program latihan kompetisi, harus melalui suatu kejuaraan atau event bergengsi.
Ahmad Haris mengatakan, skuad dayung Indonesia jenis rowing akan mendapat perlawanan ketat dari pedayung Vietnam, Filipina, dan Myanmar dalam perebutan medali emas SEA Games XXVI. "Para prinsipnya semua negara peserta diperhitungkan sebagai pesaing, tetapi ketiga negara tersebut (Vietnam, Filipina, Myanmar) memiliki riwayat keunggulan pada cabang dayung," katanya.
Sebaliknya, kata Ahmad, Vietnam pun akan menyusun strategi terbaik menghadapi tuan rumah Indonesia, karena mereka juga telah menunjukkan sebagai rival serius di arena perlombaan. Namun begitu, ia menyatakan bahwa optimisme untuk memenuhi beban target tiga medali emas jenis rowing dari KONI Pusat diyakini dapat diwujudkan.
"Atlet telah berlatih keras dalam pelatnas sejak Januari 2011 lalu, dengan harapan membuahkan hasil maksimal. Bukan hanya sekadar mengejar target tiga medali emas pada nomor rowing," katanya.
Pedayung nasional Jamaluddin, melalui telepon, mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih untuk menetapkan nomor-nomor spesialis yang akan diikuti pada SEA Games. "Sebagai atlet, kami hanya menjalani latihan sesuai program yang diberikan pelatih. Demikian juga halnya dengan nomor-nomor pertandingan yang akan diikuti, kami serahkan kepada pelatih, demi yang terbaik untuk Indonesia," katanya.
Ia menyadari bahwa impian merebut medali emas membutuhkan perjuangan keras dan semangat juara, karena semua negara peserta di cabang dayung memiliki tekad yang sama. "Kalau sudah di arena lomba, tidak ada istilah lawan kuat, sedang, dan lemah. Semua berbalut ambisi dan semangat mengangkat harkat dan martabat bangsanya," kata Jamaluddin, pedayung yang berasal dari Sultra itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




