Boikot Blair
Palestina Ingin Pecat Tony Blair
Senin, 3 Oktober 2011 | 16:27 WIB
Blair mendesak dilanjutkannya pembicaraan perdamaian tanpa syarat
Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) segera mempertimbangkan untuk memecat utusan Kuartet Internasional untuk perdamaian Timur Tengah, Tony Blair.
Sumber Palestina yang berbicara dengan Xinhua, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin, mengatakan beberapa pemimpin Palestina sedang mengkaji langkah itu sehubungan dengan sikap bias Blair ke arah Israel.
Pimpinan Palestina marah ketika Blair mendesak dilanjutkannya pembicaraan perdamaian langsung antara Israel dan Palestina tanpa syarat pada malam sebelum pengajuan permintaan Palestina ke PBB sebagai anggota penuh.
Beberapa sumber mengatakan PNA mungkin akan meminta Kuartet untuk memecat Blair dan mengajukan calon baru. Mereka menambahkan PNA juga merencanakan tindakan lain, seperti memboikot Blair dan mempertimbangkan untuk menjadikan dia orang yang tak diterima.
Namun, seorang pejabat senior yang tak disebutkan jatidirinya di dewan pimpinan Palestina mengatakan ada ketidakpuasan Palestina dalam sikap Blair, "tapi Palestina tak memiliki keinginan untuk meminta Kuartet memecat Blair".
"Pimpinan Palestina tak memiliki keputusan apa pun untuk meminta Kuartet mengganti Blair dengan utusan lain, tapi keputusan akan diambil setelah pembahasan mengenai ini dalam waktu dekat," kata pejabat tersebut.
Sementara itu, Abbas Zaki, anggota komite sentral di Partai Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, mengatakan kepada Xinhua, "Kami percaya Blair tak lagi tulus dan dapat dipercaya di posisinya. Oleh karena itu kami merasa tak nyaman."
Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) segera mempertimbangkan untuk memecat utusan Kuartet Internasional untuk perdamaian Timur Tengah, Tony Blair.
Sumber Palestina yang berbicara dengan Xinhua, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin, mengatakan beberapa pemimpin Palestina sedang mengkaji langkah itu sehubungan dengan sikap bias Blair ke arah Israel.
Pimpinan Palestina marah ketika Blair mendesak dilanjutkannya pembicaraan perdamaian langsung antara Israel dan Palestina tanpa syarat pada malam sebelum pengajuan permintaan Palestina ke PBB sebagai anggota penuh.
Beberapa sumber mengatakan PNA mungkin akan meminta Kuartet untuk memecat Blair dan mengajukan calon baru. Mereka menambahkan PNA juga merencanakan tindakan lain, seperti memboikot Blair dan mempertimbangkan untuk menjadikan dia orang yang tak diterima.
Namun, seorang pejabat senior yang tak disebutkan jatidirinya di dewan pimpinan Palestina mengatakan ada ketidakpuasan Palestina dalam sikap Blair, "tapi Palestina tak memiliki keinginan untuk meminta Kuartet memecat Blair".
"Pimpinan Palestina tak memiliki keputusan apa pun untuk meminta Kuartet mengganti Blair dengan utusan lain, tapi keputusan akan diambil setelah pembahasan mengenai ini dalam waktu dekat," kata pejabat tersebut.
Sementara itu, Abbas Zaki, anggota komite sentral di Partai Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, mengatakan kepada Xinhua, "Kami percaya Blair tak lagi tulus dan dapat dipercaya di posisinya. Oleh karena itu kami merasa tak nyaman."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




