Ramadhan: Bahasa Politik PKS Tidak Sopan
Kamis, 6 Oktober 2011 | 20:20 WIB
"Kalau banyak komentar dengan bahasa seperti itu, itu tidak sopan, kasar."
Pengurus Partai Demokrat menilai bahasa komunikasi politik yang digunakan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menyikapi rencana reshuffle kabinet, akhir-akhir ini, sudah sangat tidak sopan dan cenderung kasar.
Penilaian ini disampaikan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, demi menanggapi pernyataan Sekjen PKS, Anis Matta, beberapa waktu lalu, yang menuduh bahwa reshuffle kabinet dilakukan untuk penggalangan dana 2014.
Menurut Ramadhan, pernyataan PKS melalui Anis tersebut sangat mengganggu presiden dalam melaksanakan tugasnya, termasuk (dalam) menjalankan niatnya untuk merombak kabinet. "Setahu saya, yang namanya koalisi itu ada niat baik, ada kepercayaan. Tapi kalau banyak komentar dengan bahasa seperti itu, itu tidak sopan, kasar," katanya.
"Itu bahasa politik penuh kecurigaan, dan tidak patut ditiru," lanjut Ramadhan, di sela diskusi bertajuk 'Reshuffle Pemberantasan Korupsi dan Kesejahteraan Rakyat' yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (6/10).
Ramadhan sendiri mengaku heran dengan semua pernyataan yang dikeluarkan oleh politisi PKS, terkait wacana reshuffle yang akan dilalukan oleh SBY pada Oktober ini. "Kita tidak tahu, kenapa misalnya, kecurigaan terhadap reshuffle ini terus mereka bangkitkan ke publik? Apa manfaatnya bagi mereka, dengan gaya komunikasi yang frontal dan terbuka seperti itu" tukas Ramadhan.
Ramadhan pun meminta PKS untuk bisa belajar dari bahasa politik yang digunakan oleh Golkar, bahkan juga PDIP, dalam menanggapi isu reshuffle ini. "Golkar saja melakukan hal yang baik dengan tidak mengganggu presiden. Dan bahkan PDIP yang oposisi saja, bisa melihat isu reshuffle ini sebagai sebuah harapan baru. Kok PKS malah selalu curiga," tukasnya.
Pengurus Partai Demokrat menilai bahasa komunikasi politik yang digunakan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menyikapi rencana reshuffle kabinet, akhir-akhir ini, sudah sangat tidak sopan dan cenderung kasar.
Penilaian ini disampaikan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, demi menanggapi pernyataan Sekjen PKS, Anis Matta, beberapa waktu lalu, yang menuduh bahwa reshuffle kabinet dilakukan untuk penggalangan dana 2014.
Menurut Ramadhan, pernyataan PKS melalui Anis tersebut sangat mengganggu presiden dalam melaksanakan tugasnya, termasuk (dalam) menjalankan niatnya untuk merombak kabinet. "Setahu saya, yang namanya koalisi itu ada niat baik, ada kepercayaan. Tapi kalau banyak komentar dengan bahasa seperti itu, itu tidak sopan, kasar," katanya.
"Itu bahasa politik penuh kecurigaan, dan tidak patut ditiru," lanjut Ramadhan, di sela diskusi bertajuk 'Reshuffle Pemberantasan Korupsi dan Kesejahteraan Rakyat' yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (6/10).
Ramadhan sendiri mengaku heran dengan semua pernyataan yang dikeluarkan oleh politisi PKS, terkait wacana reshuffle yang akan dilalukan oleh SBY pada Oktober ini. "Kita tidak tahu, kenapa misalnya, kecurigaan terhadap reshuffle ini terus mereka bangkitkan ke publik? Apa manfaatnya bagi mereka, dengan gaya komunikasi yang frontal dan terbuka seperti itu" tukas Ramadhan.
Ramadhan pun meminta PKS untuk bisa belajar dari bahasa politik yang digunakan oleh Golkar, bahkan juga PDIP, dalam menanggapi isu reshuffle ini. "Golkar saja melakukan hal yang baik dengan tidak mengganggu presiden. Dan bahkan PDIP yang oposisi saja, bisa melihat isu reshuffle ini sebagai sebuah harapan baru. Kok PKS malah selalu curiga," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




