Pekan Depan, Hasil Lelang ITF Sunter Diserahkan ke Gubernur

Minggu, 28 Juli 2013 | 18:17 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Sebuah kendaraan ekskavator menaikkan sampah sisa banjir ke atas truk sampah di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan.
Sebuah kendaraan ekskavator menaikkan sampah sisa banjir ke atas truk sampah di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan. (Suara Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno.)

Jakarta - Panitia Lelang Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter membantah tudingan yang menyatakan pelaksanaan lelang tempat pengolahan sampah terpadu dalam kota ini sengaja diperlambat.

Ketua Panitia Lelang ITF Sunter Budhi Karya Irwanto mengatakan tidak ada niatan dalam diri Panitia Lelang ITF Sunter untuk memperlambat atau sengaja mengulur waktu untuk menentukan pemenang lelang.

"Tidak ada niatan sama sekali bagi kami untuk memperlambat atau mengulur-ulur waktu. Kami sendiri berupaya untuk menyelesaikan pelaksanaan lelang ini secepatnya. Kami juga tidak mau berlama-lama," kata Budhi kepada beritasatu.com, Minggu (28/7).

Ditegaskannya, penentuan pemenang lelang ITF Sunter belum bisa dilakukan dikarenakan ada beberapa hal. Pertama, pihaknya harus menunggu rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Karena, setelah mendapatkan peserta lelang, dan sebelum menentukan pemenang lelang, pihaknya terlebih dahulu meminta saran, masukan dan berkonsultasi kepada BPKP dan Bappenas. Langkah ini dilakukan, supaya setiap prosedur yang dilaksanakan dalam proses lelang ITF sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Keputusan kami tergantung instansi lain. Kami kan meminta masukan, konsultasi dan rekomendasi dari BPKP dan Bappenas. Ternyata, hasil rekomendasi dua instansi pemerintah ini cukup lama. Namun, sekarang rekomendasi sudah turun, sehingga kami sudah bisa menyusun hasil evaluasi proses lelang," ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan lelang ITF Sunter merupakan lelang investasi atau beauty contest. Artinya, lelang kontrak pengelolaan sampah (KPS) memang tidak ada pembahasan waktu. Tidak seperti pengadaan barang dan jasa yang menggunakan anggaran keuangan daerah.

"Lelang ini berasal dari uang investor yang diinvestasikan. Jadi tergantung proses yang berkembang. Dan itu sudah diatur dalam Peraturan Presiden No. 56 tahun 2011 tentang Pedoman Pengadaan Badan Usaha Untuk Kerja Sama Pemerintah Swasta," terang Budhi yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Pesisir dan Pantai Dinas Kebersihan DKI.

Setelah turunnya rekomendasi dari BPKP dan Bappenas, saat ini pihaknya sedang menyusun tiga dokumen. Yaitu dokumen evaluasi pelaksanaan proses lelang ITF Sunter serta pembukaan sampul dua dokumen yaitu dokumen teknis dan harga.

Ketiga dokumen ini akan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada pekan depan. Kemudian, Gubernur akan memutuskan pemenang lelang yang memenuhi kriteria membangun ITF Sunter.

Dua perusahaan yang diajukan kepada Gubernur DKI adalah PT Wiraguna Gulfindo Sarana dan PT Phoenix Pembangunan Indonesia. Kedua perusahaan ini sudah berdasarkan data, kualifikasi dan hasil evaluasi yang dilakukan panitia.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta M Sanusi menilai proses lelang investasi pengolahan sampah terpadu, ITF Sunter berlarut-larut dan belum juga ada pemenangnya sejak November tahun 2012 lalu. Lelang proyek infrastruktur pengolahan sampah dalam kota ini dinilai sangat subjektif dan mencurigakan. Terlihat ada indikasi proses lelang yang tidak fair terjadi sejak lama. Meski pembangunan ITF tidak menggunakan APBD DKI, namun nantinya Pemprov DKI akan membayar per ton sampah yang diolah sebesar Rp 400.000.

Seperti diketahui, ITF akan menggunakan teknologi thermal untuk incenerator yang sudah terbukti di seluruh dunia. ITF Sunter direncanakan memiliki kapasitas pengelolaan sampah 1.000 ton perhari. Tiga perusahaan yang berminat menjadi operator pengolahan sampah ini yakni PT Phoenix Pembangunan Indonesia (PPI) Joint Operation dengan Keppel Seghers Singapore, PT Wira Gulfindo Sarana yang JO dengan PT Ramky dari India, dan PT Jakarta Green Iniciative (GI) yang JO bersama Hitachi dari Jepang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon