Ina Wiyandini

Berani Berinovasi, Modal Sukses Berbisnis Kue

Jumat, 2 Agustus 2013 | 18:19 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Ina Wiyandini, pemilik Ina Cookies.
Ina Wiyandini, pemilik Ina Cookies. (H-15/Suara Pembaruan)

Jakarta - Dalam bisnis, gagal adalah hal biasa yang harus dihadapi. Namun jangan cepat menyerah dan terus mencoba dengan inovasi yang lebih kreatif lagi. Inilah yang dilakukan Ina Wiyandini lewat usaha kuenya, Ina Cookies.

Wanita pewirausaha ini sudah sering mengalami jatuh-bangun dari usaha satu ke usaha lainnya. Baginya, hal itu justru menjadi sebuah tantangan. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang didapatkannya dari dalam dan luar negeri, membuat ibu tiga anak itu pantang mundur.

Inovasi jadi kunci sukses bagi Ina Cookies sehingga mampu berkembang dan menjadi salah satu usaha cookies home industry yang terkenal dengan 135 jenis kue kering.

"Yang dibutuhkan pelaku bisnis ini adalah harus selalu kreatif. Jangan terpaku dengan bentuk dan rasa kue yang klasik tapi coba modifikasi. Kita pasti bosan makan kue yang itu-itu saja. Lakukan inovasi dengan gunakan imajinasi dan kreativitas Anda untuk menghadirkan kue-kue yang unik dan belum ada di pasaran," katanya pada diskusi "Berbisnis Pastry dan Kue Secara Inovatif dan Kompetitif" bersama Fonterra Foodservices di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakan, sebenarnya banyak peluang untuk berkembang pada bisnis kue. Kalau pelaku usaha berani berinovasi, akan banyak kreasi yang bisa dihasilkan untuk memberikan pilihan beragam bagi para pencinta kue di Tanah Air.

Dari tahun ke tahun, pelaku bisnis mengamati permintaan pasar yang mengalami peningkatan sedikitnya 10 persen. Terbukanya peluang tentu harus dibarengi dengan kreativitas dan strategi. Tak kalah penting adalah pemakaian bahan baku berkualitas.

Dalam membuat kue kering tidak harus selalu memakai tepung terigu, tapi bisa juga dengan tepung gandum, tepung ganyong, tepung ubi, dan lain-lainnya. Indonesia memiliki banyak bahan yang bisa digunakan untuk membuat kue kering. Misalnya saja, tempe, tahu, oncom, tofu, atau rosella.

Contohnya saja Putri Rosella, salah satu produk cookies unggulannya yang dari kumpulan bunga rosella atau teh merah. Jelang Lebaran, produk ini menjadi salah satu produk cookies yang ramai permintaannya.

Wanita yang dijuluki Ratu Kue Kering Indonesia itu mengakui bahwa kue kering memang identik dengan kue hari raya. Saat momen spesial itu, biasanya kue dalam ukuran wadah yang cukup besar. Sementara ketika hari biasa, konsumsi kue kering lebih sedikit. Namun hal ini bisa disiasati dengan menghadirkan kue-kue dalam kemasan berukuran kecil yang cocok sebagai teman minum teh dan kopi.

Misalnya saja, pada satu toples kecil hanya diisi dengan 5 sampai 10 potong kue. Ketika dikonsumsi harian, pelanggan tak mau kue terlalu banyak isinya, sehingga tidak ada kesan bosan.

Dengan demikian, bisnis kue kering menjadi bisnis yang berkelanjutan, bukan usaha makanan musiman yang dapat dinikmati ketika hari raya. Namun sebagai makanan pendamping sehari-hari, tentunya harus memperhatikan beberapa hal seperti bentuk yang antik dengan packaging hantarannya yang beda dengan lainnya.

"Selain itu kita juga harus lihat tren pasar saat memutuskan untuk menjual kue kering. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai kue-kue yang bercitarasa asin. Beri nama-nama unik dan menarik karena cara ini berguna supaya dilirik dan sebagai trik dagang," ungkap Ina yang tidak suka untuk meniru.

Karena itu, Ina Cookies memiliki jenis produk cookies yang berbeda dengan tempat lain. Terlebih setiap jenis produknya pun memiliki ciri khas. Wanita kelahiran Jakarta, 24 Juli 1963 itu memiliki brand sendiri agar orang mengenal dirinya karena hasil kreasi yang unik.

Karena itu, ketatnya persaingan dunia bisnis kuliner dengan menjamurnya gerai bakery dan pastry berbagai franchise dari berbagai negara, Ina tetap yakin dengan usahanya. Wanita asal Bandung itu selalu berani mengambil risiko dalam menciptakan sesuatu yang baru demi menjawab permintaan pasar akan kue-kue kering yang kreatif dan berkualitas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon