Raksasa Perusahaan Susu Selandia Baru Minta Maaf
Senin, 5 Agustus 2013 | 22:02 WIB
Beijing – Raksasa produsen susu New Zealand Fonterra meminta maaf atas kekhawatiran tentang adanya botulisme pada produk yang ditarik di China.
Namun Fonterra membantah tuduhan Perdana Menteri John Key yang mengatakan bahwa mereka menunda mengumumkan tentang adanya bakteri tersebut.
"Kami mohon maaf sedalam-dalamnya pada mereka yang terkena dampaknya," kata CEO Theo Spierings dalam sebuah konferensi pers di China, pasar terbesar di dunia untuk susu formula bayi.
Tapi dia menegaskan bahwa perusahaan tersebut telah memberitahu pada para pelanggan dan pihak berwenang dalam waktu 24 jam mengenai masalah kontaminasi ini.
Penjualan produk susu ke China merupakan kontributor signifikan terhadap perekonomian Selandia Baru. Negara tersebut merupakan eksportir susu terbesar di dunia dengan jumlah 25 persen dari total ekspor. Kejadian ini akan menjadi tamparan bagi reputasinya.
Fonterra sejak lama mempromosikan dirinya sebagai pemasok produk susu yang "bersih dan hijau", khususnya di pasar susu formula bayi di China yang penting, di mana para konsumen tidak mempercayai produk-produk buatan dalam negeri setelah adanya serangkaian skandal keamanan pangan.
Pada pekan lalu Fonterra terungkap bahwa produk serum susu (whey) yang digunakan untuk membuat susu bayi dan minuman ringan telah terkontaminasi dengan bakteri yang bisa menyebabkan botulisme.
Beijing pun memerintahkan penarikan beberapa produk yang berpotensi tercemar – termasuk susu bayi yang diproduksi oleh Dumex, anak perusahaan raksasa makanan Danone dari Perancis – dan menuntut para importir memeriksa catatan penjualan mereka.
Seorang menteri Selandia Baru mengatakan bahwa China telah melarang semua impor susu bubuk dari negara itu, tetapi belum ada konfirmasi dari China.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




