Ketua Tidar Banten Dibacok Orang Tak Dikenal
Selasa, 3 September 2013 | 20:45 WIB
Serang - Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Banten, Pujiyanto dibacok dua pria berkendaraan motor saat akan menemui kerabatnya yang berada di Kampung Kubang Kemiri, Kelurahan Sukawana, Serang. Kendati tidak mengalami luka serius, kendaraan Suzuki Swift A 1745 Z yang ditumpangi korban kacanya pecah karena terkena bacokan golok.
Pujiyanto merupakan pendukung pasangan calon wali kota nomor urut 1 petahana Tubagus Haerul Jaman-Sulhi Choir. Sebelumnya adik tiri Wali Kota Serang, Haerul Jaman ini juga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan H Djahidi Sadiran yang merupakan orang tua dari calon wali kota Serang nomor urut 2. Saat ini kasus penganiayaan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi oleh Satreskrim Polres Serang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Pujiyanto berangkat dari kediamannya yang berada di Jalan Bhayangkara, Kota Serang bersama seorang temannya berniat untuk melayat ke rumah seorang tokoh ulama yang meninggal dunia. Belum sempat sampai ke lokasi, korban dipepet oleh dua orang pengendara motor matic dan langsung memecahkan kaca mobil.
Korban Pujiyanto kemudian berhenti untuk mempertanyakan alasan pelaku memecahkan kaca mobil. Korban langsung dipukul dan dibacok pada bagian punggungnya. Saat itu lokasi kejadian sangat sepi karena berada di jalan desa menuju Kampung Kubang Kemiri. Usai membacok, kedua pelaku kabur menuju arah Kota Serang.
"Saya tidak mau mengaitkan kejadian ini dengan kejadian kemarin yakni pemukulan HDJ kepada saya, karena hal itu bersifat politis, apalagi saya juga bukan tim sukses," kata Pujiyanto di Mapolres Serang, Selasa (3/9).
Pujiyanto menegaskan, para pelaku merupakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mempunyai niat tidak baik.
"Yang jelas pelaku memiliki niat tidak baik. Tapi saya tidak tahu alasannya apa sehingga mereka membacok saya. Saya sendiri merasa tidak mempunyai musuh," kata Pujiyanto.
Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Fredya Triharbakti membenarkan pihaknya tengah memproses kasus tersebut. "Laporannya sudah kami terima pada Selasa (3/9) dini hari, kerana kejadiannya Senin (2/9) tengah malam. Korban sudah dilakukan visum di RSUD Serang," jelas Fredya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




