Ribuan Masyarakat dari 3 Kabupaten Padati Pantai Pede

Sabtu, 14 September 2013 | 12:37 WIB
Y
B
Penulis: YOS | Editor: B1
Warga padati Pantai Pede, Labuan Bajo, NTT, Sabtu (14/9) dalam rangkaian Sail Komodo 2013.
Warga padati Pantai Pede, Labuan Bajo, NTT, Sabtu (14/9) dalam rangkaian Sail Komodo 2013. (YOS/Suara Pembaruan)

Labuan Bajo - Ribuan Masyarakat yang datang dari kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat memadati tempat acara di Pantai Pede, Labuan Bajo, NTT, Sabtu, (14/9). Kehadiran masyarakat itu untuk melihat secara dekat Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono, ada pula yang datang untuk menilik kemungkinan kesempatan berbisnis, namun ada juga yang sekadar ingin mendapatkan hiburan.

"Banyak manfaat yang didapat masyarakat dengan kegiatan Sail Komodo. Hanya saja kinerja panitia pelaksana yang tidak profesional karena tidak dilihat secara langsung oleh masyarakat," kata Fredi Makarius (62), pensiunan guru di daerah setempat.

Fredi mengatakan, masyarakat Labuan Bajo baru sadar, dari kegiatan Sail Komodo membawa manfaat yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Saat ini banyak tamu yang menginap di hotel-hotel, namun masih banyak kebutuhan didatangkan dari NTB dan Bali. Padahal daerah Manggarai secara keseluruhan subur. "Usaha pertanian di bidang penanaman sayur-sayuran dan buah-buahan sangat penting," kata Fredi.

Salah satu warga desa Cunca Wulang, Kecamatan Bleling, Kabupaten Manggarai Barat, Pelipus Harjogo (61) datang ke Labuan Bajo untuk menjajaki perkembangan pasar untuk menjual kebutuhan terhadap sayur-sayuran dan buah-buahan.

Pelipus mengatakan, pertumbuan ekonomi masyarakat sejak ada rencana kegiatan Sail Komodo meningkat. "Saya petani cengkeh, kakao, dan sawah. Usaha ini termasuk lamban mendapat uang. Oleh sebab itu saya berusaha mempelajari keinginan pasar saat ini di Labuan Bajo, maka setelah saya pulang, akan melakukan usaha baru seperti menanam sayur-sayuran serta buah-buahan sebagai kebutuhan harian di beberapa hotel berbintang, rumah-rumah makan, serta kebutuhan masyarakat di Labuan Bajo. Jika dilihat, konsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran sangat tinggi di sini," kata Pelipus.

Menurut Usman, seorang nelayan, sejak kegiatan Sail Komodo, pendapatannya meningkat tajam, karena hasil tangkapan ikannya cepat terjual dengan harga yang baik. "Penghasilan sebelum acara berkisar Rp 300.000, meningkat menjadi Rp 500.000 hingga Rp 1 juta," katanya.

Selain untuk memperhitungkan kemungkinan berbisnis, para warga yang memadati kawasan itu juga datang untuk menikmati beragam parade dari personel kapal yang datang, termasuk atraksi terjun payung dari TNI AL.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon