Pengamat: Loyalis Anas di Fraksi PD Terancam Dicopot

Jumat, 20 September 2013 | 18:37 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Anas Urbaningrum meresmikan Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI)
Anas Urbaningrum meresmikan Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) (Antara /Widodo S Jusuf)

Jakarta - Partai Demokrat (PD) berpeluang kembali melakukan pergantian antar-waktu (PAW) terhadap kadernya di DPR, yang menjadi loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum.

"Loyalis Anas di DPR bisa di PAW," kata pengamat politik Karyono Wibowo kepada Beritasatu di Jakarta, Jumat (20/9).

Menurutnya, pencopotan Saan Mustopa dan I Gede Pasek menunjukkan adanya perseteruan kubu Anas dan Ketua Majelis Tinggi (MT) sekaligus Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Bantahan kader Demokrat bahwa tidak ada konflik antara Anas dan SBY sudah terpatahkan dengan pencopotan Saan dan Pasek. Pasalnya, publik sudah tahu Saan dan Pasek adalah loyalis Anas," ujar Karyono.

Dia menambahkan, keputusan DPP PD mencopot Saan dan Pasek menandakan adanya kekhawatiran kubu SBY. "Kubu SBY tak ingin memelihara anak harimau yang sewaktu-waktu dapat menerkam mereka. Karenanya, kubu SBY melakukan langkah politik sapu bersih terhadap kubu Anas," ucap peneliti senior Indonesian Public Institute (IPI) ini.

Dia mengingatkan agar PD dapat berhati-hati menerapkan langkah "pembersihan loyalis Anas". "Langkah DPP PD, bisa menjadi bumerang yang dapat memperluas konflik. Sebab, tentu masih ada pendukung Anas di struktur PD di beberapa daerah. Hal ini bisa menjadi bom waktu buat PD," tukasnya.

Seperti diketahui, Saan dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Fraksi PD. Sedangkan Pasek, tidak lagi menjabat Ketua Komisi III DPR.

Secara terpisah, Pasek enggan mengomentari terkait peluangnya di PAW dari DPR. "Saya tidak ingin komentar," katanya.

Pasek hanya menyatakan bahwa dirinya loyal dengan PD. "Saya loyal dengan partai. Tapi tidak dengan sengkuni," tegasnya.

Dia enggan menjelaskan sengkuni yang dimaksud.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon