Mentan Akui Sengman Sering ke Rumah Dinasnya
Kamis, 3 Oktober 2013 | 13:12 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengaku pernah bertemu dengan sosok yang bernama Sengman yang kerap disebut dalam sidang perkara suap dan pencucian uang terkait penentuan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun 2013.
Bahkan, ketika bersaksi untuk terdakwa Luthfi Hasan, Suswono mengaku Sengman yang disebut sebagai orang lingkaran istana ini kerap datang ke rumah dinasnya.
"Sengman juga pernah bertemu. Beliau yang datang ke rumah dinas saya," ungkap Suswono dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/10).
Terkait Sengman, pernah disebut dalam isi pembicaran antara terdakwa Ahmad Fathanah dan saksi Ridwan Hakim.
"Sengman itu nama orang pak. Saya jelaskan Sengman ini utusan pak presiden jika datang ke PKS. Dalam berita acara pemeriksaan saya ditulis orang dekat SBY," jawab Ridwan ketika bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/8).
Padahal, dalam pembicaraan antara Fathanah dan Ridwan dikatakan bahwa ada uang yang jumlahnya Rp 40 miliar yang dibawa Sengman dan Hendra untuk Engkong yang sebelumnya diakui mengacu pada Hilmi Aminudin.
Walaupun, untuk kesekian kalinya, putra keempat Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminudin ini mengatakan tidak tahu perihal maksud pembicaraan tersebut.
Sebelumnya, asisten staf khusus presiden bidang bencana, Wisnu Agung Prasetya juga disebut terlibat dalam kasus ini.
Dalam sidang yang digelar Senin (26/8) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, dengan terdakwa Ahmad Fathanah memang tersebut nama Wisnu yang dikatakan sebagai asisten staf khusus presiden bidang bencana.
Berikut cuplikan transkrip percakapan antara terdakwa Ahmad Fathanah dengan Ridwan Hakim yang membicarakan perihal Sengman;
R: Ridwan Hakim
F: Ahmad Fathanah
R: ada yang nyampe bos
F: la, udah nggak mungkin lah, makanya ibu El itu nggak mungkin. Udah-udah beres bener, Engkong sendiri waktu itu sesudah itu pernah ketemu dan tidak ada komentar gitu loh
R: iya nggak ada komentar. Masa di depan show room ngasih komentar, kan nggak mungkin. Yang jelas komplainnya ke kita
F: satu dan engkong
R: apa?
F: ke satu dan engkong nggak mungkin lah ya juga. Tapi udah nyampe kok empat puluh. Di tenteng langsung sama ibu kok. Untuk disampaikan ke lembang
R: enggak ada, komplainnya ke kita bos
F: hah? Ya udah kalo mau
R: komplinnya ke kita, kenapa?
F: dalam waktu dekat ketemu sama ibu El dulu deh. Supaya jelas
R: oke boleh, boleh, boleh
F: bener Wan?
R: iya
F: nggak nyampe?
R: nggak nyampe, baru konfirmasi lagi kan kemarin
F: Ya Allah ya Robbi, kemana mu.. ma.. masa Sengman dengan Hendra nggak nyampein?
R: ya nggak tau, pokoknya gitu ceritanya
F: hehh
R: gitun jadi gimana malam ini jadi ketemu nggak?
F: ketemu, ketemu, saya ketemu kaami di Citos. Eh Wan, ee kesemuanya, kewajibannya ibu El sendiri berapa ke Engkong?
R: eee,, yang jelas ee nanti deh di omonginnya. (N-8)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




