PLTGU Sembakung Mulai Beroperasi pada 28 Oktober
Senin, 7 Oktober 2013 | 20:17 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sembakung, Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim), pada 28 Oktober 2013 mendatang. Pembangkit ini disebutkan mampu menghasilkan listrik 16 megawatt (MW).
Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba atau commissioning selama tiga pekan.
"Yang commissioning ini untuk tahap pertama sebesar 8 MW. (Sementara) Pembangunan tahap kedua akan mengikuti pertumbuhan permintaan listrik," kata Suryadi, di Jakarta, Senin (7/10).
Suryadi menjelaskan, pembangkit ini mendapatkan alokasi gas 2 juta kaki kubik per hari (million metric standart cubic feet per day/mmscfd). Alokasi gas ini mampu menghasilkan setrum untuk pembangkit tahap pertama sebesar 8 MW. Dia menuturkan, alokasi tersebut berasal dari Lapangan Sembakung milik PT Pertamina EP dan Medco. PLN sudah melakukan penandatanganan perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan Pertamina EP.
"Harga gas dengan Pertamina EP US$5,2/MMBTU selama 4 tahun. Sedangkan dengan Medco belum, masih menunggu pertumbuhan kebutuhan listrik. Medco berkomitmen mengalokasikan 4 mmscfd," jelasnya.
Dikatakan Suryadi pula, setrum yang dihasilkan PLTGU Sembakung akan disalurkan ke Nunukan, Kaltim, dan ke Pulau Sebatik yang berada di sebelah timur laut Kalimantan. Distribusi pasokan listrik akan melalui jaringan kabel bawah laut yang panjangnya mencapai 30 kilometer lebih. Kebutuhan listrik di Nunukan sendiri saat ini adalah sekitar 6 MW dan di Sebatik sebesar 1 MW.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




