Kapolri: Kerugian Korban Pembajakan Email Rp 30 Miliar
Kamis, 31 Oktober 2013 | 13:40 WIB
Jakarta - Puluhan warga Nigeria yang ditangkap di Jakarta Utara, Kamis (31/10) pagi, akibat kasus dugaan pembajakan akun email perusahaan, diperkirakan berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 30 miliar dari para korbannya, baik di dalam maupun luar negeri.
"Kerugian lebih kurang Rp 30 miliar yang sudah kami inventarisir. Investigasi dari korban-korban yang telah melaporkan ke kami. Sementara ini ada 2 (korban) yang kami periksa," kata Kapolri Komjen Pol Sutarman, di Mabes Polri Jakarta, Kamis.
Sutarman melanjutkan jika pihaknya akan terus mengawasi masuknya orang-orang asing ke Indonesia. Sebab, kejahatan bermodus email hijacking, yang dilakukan warga negara asing di Indonesia cukup tinggi.
"Hari ini 25 orang Nigeria yang kami tangkap adalah pengembangan dari 5 orang. Tiga di antaranya adalah perempuan WNI, yang telah kami tangkap sebelumnya. Kami harus mampu mengawasi masuknya orang-orang asing ini ke Indonesia," tambahnya.
Dituturkan, modus jaringan Nigeria ini berbeda dengan jaringan China Taiwan yang dibekuk Bareskrim sebelumnya. Jika jaringan Nigeria ini membajak email, maka jaringan China Taiwan menggunakan website.
Dalam aksinya, jaringan China Taiwan menekan dan memeras pejabat-pejabat di China Taiwan. Namun aksi mereka buyar setelah ditangkap Bareskrim di sekitaran Jakarta. Bareskrim berhasil menangkap sebanyak empat gelombang komplotan. Pertama 168 orang, lalu 75 orang, 50 orang, dan terakhir 45 orang.
Sedangkan modus dari komplotan Nigeria adalah membajak akun email milik sebuah perusahaan. Dengan email yang telah dibajak itu, mereka berpura-pura sebagai pemilik asli, lalu berkorespodensi dengan jaringan bisnis dari perusahaan tersebut.
Mereka melakukan transaksi bisnis dan meminta perusahaan rekanan tersebut untuk mentransfer pembayaran ke rekening milik mereka.
Para tersangka warga Nigeria itu akan dikenakan pasal UU ITE dan pencucian uang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




