Periksa Boediono Diam-diam, KPK Diboikot Wartawan
Senin, 25 November 2013 | 17:31 WIB
Jakarta - Wartawan peliput di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memboikot acara konferensi pers (konpers) yang digelar oleh pimpinan KPK, Senin (25/11), terkait hasil pemeriksaan pada Sabtu (23/11) lalu terhadap Wapres Boediono, dalam kasus dugaan korupsi penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP).
Pernyataan sikap wartawan itu ditunjukkan langsung di depan Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, serta Deputi Penindakan Warih Sardono. Ketiganya lantas tidak bereaksi ketika awak media meninggalkan auditorium KPK, seusai perwakilan wartawan berorasi.
Semua diawali ketika Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, tuntas menyampaikan pengantar konpers, sebelum pimpinan KPK berbicara. Saat itu, seorang wartawan langsung menyampaikan keluh kesahnya.
"Kami inginkan pimpinan KPK bisa setara terhadap semua media massa dan atas semua informasi. Kalau hari ini pimpinan hanya menceritakan soal pemeriksaan hari Sabtu, lebih baik tidak usah," kata wartawan tersebut, Senin (25/11).
Wartawan lainnya kemudian angkat bicara, memprotes tindakan KPK yang memeriksa Boediono tidak di kantor KPK. Padahal menurut wartawan tersebut, sebelumnya mantan Wapres Jusuf Kalla juga menjalani pemeriksaan di KPK.
"Apa bedanya JK dengan Boediono? Semua sama di mata hukum. Teman-teman sudah sangat kecewa, tidak ada transparansi," kata wartawan televisi nasional, yang kemudian memobilisasi seluruh wartawan untuk meninggalkan ruang auditorium itu.
Pada intinya para wartawan mempertanyakan sikap KPK yang terkesan menafsirkan secara sepihak prinsip "equality before the law", dengan memeriksa Boediono di Kantor Wapres, di luar Kantor KPK, dengan mengabaikan asas transparansi. Hal ini dianggap melukai semangat masyarakat yang pro-pemberantasan korupsi.
Ketidaktransparanan KPK jilid III juga dinilai terlihat dalam penanganan beberapa perkara, seperti pemeriksaan terhadap Rusli Zainal, Andi Mallarangeng dan Akil Mochtar, yang selalu melalui "pintu belakang", tidak melalui pintu depan sebagaimana pemeriksaan terhadap saksi atau para tersangka umumnya.
Akhirnya, setelah para wartawan mengosongkan auditorium, para pimpinan KPK juga kemudian ikut meninggalkan auditorium, dan acara hari ini bubar begitu saja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




