Survei Jangan Benamkan Orang Muda yang Bermasalah

Senin, 31 Oktober 2011 | 16:19 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite/DAS | Editor: B1
Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso
Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso (Jakarta Globe)
"Ke depan alih generasi tidak akan dapat dibendung biarlah menjadi momentum sejarah dan tak perlu dihadang survei yang ambisius," kata Priyo.

Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengkritisi hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) soal rendahnya kepercayaan publik terhadap para politikus muda.

"Saya bisa mengerti dan memahami keperiodean saat ini bisa menjadi momentum terakhir generasi tua mengabdi pada 2014, tapi tak harus dengan survei membenamkan orang-orang muda apalagi yang muda yang kebetulan tersandung masalah," kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso di gedung DPR, Senayan, Jakarta, hari ini.

Menurut Priyo, masih terdapat sejumlah kader muda yang berprestasi dan kemungkinan tidak dipantau LSI sebagai lembaga survei yang melakukan jajak pendapat soal para politikus muda tersebut.

"Yang patut ditanyakan karena masih banyak anak-anak muda bertebaran dan berprestasi yang saat ini masih tidak terpantau, pimpinan MPR, MK pengurus partai, sekjen partai, ketua fraksi dan ketua komisi dan semuanya itu potensi," lanjutnya.

Priyo mengatakan alih generasi untuk politik dan pemerintahan pasti akan berlangsung dan tak akan terbendung meskipun aroma lembaga survei terkesan menyingkirkan peluang para politikus muda.

Dicontohkan founding fathers, Soekarno-Hatta yang juga relatif muda dan menjadi pembawa perubahan.

Bibit-bibit pemimpin muda diyakini juga masih ada.

Oleh karena itu, kata Priyo, kalangan pelaku survei harusnya mengerti bahwa alih generasi politik akan berlangsung cepat atau lambat.

"Ke depan alih generasi tidak akan dapat dibendung biarlah menjadi momentum sejarah dan tak perlu dihadang survei yang ambisius," kata Priyo.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Ketua Pramono Anung juga menilai survei tentang politikus muda kemarin tak menggambarkan hal yang sesungguhnya.

Apalagi survei pun tak bisa dilepaskan dari pemesan survei tersebut.

"Untuk melakukan survei tidak murah, kan harus ada bohirnya, jadi tergantung bohirnya, tergantung pemesannya," kata Pram, sapaan akrabnya.

Pram melanjutkan dalam soal kepemimpinan, tak perlu dibedakan antara tua dan muda. Kuncinya, ada pada kemampuan masing-masing orang.

"Kita belajarlah sebagai contoh yang ekstrim di Amerika dulu selalu  presiden umurnya diatas 55 sampai 60 tapi dengan adanya (Barack) Obama bisa menyedot perhatian publik yang luar biasa, toh dia bisa mengalahkan (John) McCain," kata Pram.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon