Rusunawa Pinus Elok Bocor Karena 7 Tahun Terbengkalai
Senin, 16 Desember 2013 | 19:55 WIB
Jakarta - Kebocoran yang terjadi di sebagian besar unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pinus Elok lantaran sudah tujuh tahun terbengkalai tanpa perawatan. Akibatnya, bangunan cepat rusak dan mudah mengalami kebocoran. Hal itu diakui Penanggung Jawab Lokasi Rusun Wilayah III Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Hendriansyah.
"Selama tujuh tahun tidak dihuni dan tidak dirawat, bangunannya itu justru menjadi rusak. Terjadi celah di pori-pori bangunan, sehingga ketika ada air yang mengalir, mengalami kebocoran," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (16/12).
Dikatakan Hendriansyah, pihaknya telah mendapat laporan dari beberapa penghuni rusun mengenai kebocoran tersebut. Namun, untuk saat ini, kerusakan yang terjadi belum dapat ditindaklanjuti karena belum adanya anggaran. Hendriansyah mengatakan, anggaran perbaikan rusun baru dikucurkan pada 2014 mendatang.
"Memang kami telah menerima laporan masalah kebocoran tersebut, kami belum bisa memperbaiki, karena belum ada anggarannya yang baru keluar 2014 nanti," katanya.
Hal senada dikatakan Kepala UPT Perumahan Wilayah Timur, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Jefyodya Julyan. Dikatakan, saat serah menerima dari pemerintah pusat pertengahan tahun ini, kondisi rusun banyak yang rusak. Namun, karena kebutuhan akan rusun yang mendesak, perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
"Saat itu kan warga korban gusuran di Pluit dan Ria Rio harus masuk ke Rusunawa. Soal adanya kerusakan akan diperbaiki menyusul," katanya.
Pria yang akrab disapa Jefy ini mengartakan, pihaknya telah menginventarisasi kerusakan yang terjadi di Rusunawa Pinus Elok, dan akan memperbaikinya pada 2014 mendatang. Namun, Jefy mengaku belum mengetahui besaran anggaran untuk perbaikan rusun.
Diberitakan, ratusan penghuni Rusunawa Pinus Elok, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur mengeluhkan kebocoran yang terjadi di unit yang mereka tempati. Kebocoran ini paling banyak disebabkan bocornya sambungan pipa saluran air yang melintas di ruang tamu dan rembesan kamar mandi di unit yang berada di atasnya. Selain itu, kebocoran juga disebabkan rembesan air hujan dari dak.
Akibat kebocoran ini, sebagian warga tak menempati unitnya dan memilih untuk kembali mengontrak atau menyewa di tempat lain. Apalagi, keluhan yang disampaikan kepada pengelola rusun belum juga ditanggapi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




