Perlu Komitmen Bersama Pulihkan Sungai Ciliwung

Senin, 30 Desember 2013 | 00:00 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI Meris Wiryadi menyusuri kanal banjir barat dengan menggunakan perahu karet di Jembatan Besi, Jakarta Barat, Kamis (14/11). Lebih dari 3000 personel TNI AD dibantu masyarakat membersihkan sampah dari aliran sungai Ciliwung dan Kanal Banjir Barat.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI Meris Wiryadi menyusuri kanal banjir barat dengan menggunakan perahu karet di Jembatan Besi, Jakarta Barat, Kamis (14/11). Lebih dari 3000 personel TNI AD dibantu masyarakat membersihkan sampah dari aliran sungai Ciliwung dan Kanal Banjir Barat. (Suara Pembaruan/Ruht Semiono/Ruht Semiono)

Bogor - Pemulihan kondisi Sungai Ciliwung tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, perlu upaya bersama pemerintah daerah, masyarakat dan instansi terkait untuk mengembalikan kondisi kualitas sungai agar lebih baik, demikian isi diskusi "Ngariung Ciliwung" yang digelar di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Minggu (29/12).

Diskusi Ngariung Ciliwung yang diselenggarakan oleh Komunitas Ciliwung tersebut menghadirkan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Is'mail, Mantan Menteri Pemukiman dan Pengembangan Wilayah, Erna Witoela, Peneliti Pusat Pengkajian, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB, yang juga Dekan Fakultas Pertanian, Ernan Rustiadi, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Erna Witoelar, memaparkan persoalan-persoalan yang terjadi di Sungai Ciliwung mulai dari hilir hingga hulu. Persoalan tersebut diantaranya, kerusakan lingkungan, pencemaran, dan sampah.

"Dalam diskusi kita tidak hanya memaparkan persoalan, tapi mari bersama-sama kita mencari solusi bagaimana menjadikan Ciliwung lebih baik," kata Erna Witoelar yang juga Ketua Gerakan Ciliwung Bersih saat memandu acara diskusi.

Erna Witoelar menyampaikan bahwa setelah acara ngariung diadakan oleh Komunitas Ciliwung, semoga akan ada kegiatan ngariung yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat yang mengundang 21 komunitas ciliwung yang saat ini sudah hadir.

"Didalam ngariung ini kita mendapatkan banyak ide-ide kreatif upaya restorasi Ciliwung. Semangat komunitas ciliwung ini sangat bagus," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail yang hadir didalam acara Ngariung Ciliwung mengatakan bahwa kita perlu pemahaman bersama tentang konsep restorasi Sungai Ciliwung mulai dari hulu sampai dengan hilir.

Ia mengatakan, Pemerintah pusat dapat menetapkan berapa meter untuk garis sepadan sungai di hulu sampai dengan hilir Ciliwung, sehingga pemerintah daerah bisa memperkuat melalui peraturan daerah.

"Setelah disepakati garis sepadan sungainya, mari kita terapkan aturan-aturan yang sudah ada tentang pengelolaan sampah, limbah dan bantaran sungai," ujarnya.

Untuk mengurangi jumlah air hujan dan sekaligus memanfaatkan air hujan, lanjut Nur Mahmudin, perlu dibuat sumur resapan, membuat instalasi pengelolaan air limbah dan memperbesar atau mempercepat tampungan air hujan dengan metode sumur imbuhan.

"Depok sudah lama membangun sumur imbuhan, yaitu aliran air hujan yang langsung masuk ke perut bumi," ujarnya.

Wali Kota Depok menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Depok akan berkomitmen dalam upaya restorasi Sungai Ciliwung dan mendukung kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan komunitas Ciliwung.

Peneliti Pusat Pengkajian, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB, yang juga Dekan Fakultas Pertanian, Ernan Rustiadi menyampaikan, upaya pemulihan Ciliwung menjadi wajah bagi pengelolaan dan penyelamatan sungai di Indonesia, jika pemerintah bersama-sama masyarakat dan komunitas bergerak dalam upaya penyelamatan.

Ia mengatakan, upaya perbaikan Sungai Ciliwung telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, seperti pembongkaran vila yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor, begitu juga sodetan dan normalisasi yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta.

"Pergerakan di masyarakat juga sudah tampak, hadirnya 21 komunitas Ciliwung ini bukti masyarkaat sudah bergerak. Tinggal bagaimana, semua komponen ini secara bersama-sama melakukan gerakan bersama dalam mengembalikan kualitas sungai. Ini akan menjadi contoh bagi pengelolaan sungai di daerah lainnya jika berhasil," ujarnya.

Muhamad Muslich dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, yang juga Koordinator Kegiatan Ngariung Ciliwung mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mempertemukan ide-ide lokal dalam mendukung restorasi Sungai Ciliwung.

"Komunitas Ciliwung di berbagai titik telah memberikan contoh nyata dengan kegiatan-kegiatan yang unik untuk mendukung pemulihan sungai. Meski sifatnya sangat lokal namun kegiatan mereka dapat berdampak luas. Ini potensi yang harus didukung baik oleh pemerintah daerah ataupun sektor swasta," ujarnya.

Muslich menambahkan, melalui kegiatan Ngariung Ciliwung diharapkan pemerintah daerah bisa mendukung usulan-usulan kegiatan Komunitas Ciliwung yang berdasarkan hasil ngariung Ciliwung.

Sementara itu, Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Eddy I.M Nasution berjanji akan menyampaikan secara lengkap hasil pertemuan Komunitas Ciliwung dengan pemerintah ke Gubernur Jawa Barat.

"Secara singkat sudah saya sampaikan langsung rumusan dari kegiatan ngariung ciliwung kepada Gubernur Jawa barat. Kegiatan ngairung ini sangat bagus sekali. Komunitas Ciliwung sangat kompak dan bisa berkumpul semua dari hulu sampai hilir. Gubernur Jawa Barat harus melihat kekompakan dan kerjasama antar komunitas ini," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon