Korban Kerusuhan dalam Laga Persiba Bantul vs Persiram Akhirnya Meninggal
Rabu, 12 Februari 2014 | 23:36 WIB
Bantul - Salah satu korban kerusuhan antarpenonton dalam laga Liga Super Indonesia yang mempertemukan Persiba Bantul dengan Persiram Raja Ampat akhirnya meninggal dunia pada Rabu (12/2) pagi.
Jupita (33) warga Cegokan, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu meninggal dunia setelah terkena pukulan helm usai laga yang digelar Sabtu (8/2) di Yogyakarta. Dia sempat dirawat di RS Panti Rapih dan mengalami koma selama lima hari.
Manajer Persiba Bantul, Hanung Raharja mengatakan Jupita merupakan sosok teman yang terus mendampingi timnya hingga sampai ke kompetisi tertinggi di Liga Indonesia.
"Dengan kejadian ini diharap seluruh suporter bisa semakin dewasa dalam memberikan dukungan kepada tim. Jangan sampai hal ini terulang lagi. Karena sepak bola, ada yang sakit dan menjadi korban," kata Hanung.
Ketua Umum Persiba Bantul Idham Samawi yang menyempatkan diri datang melayat mengatakan sangat menghormati atas kerelaan keluarga yang tidak menuntut apa-apa.
"Kami akan tanggung biaya pendidikan anak Jupita hingga tamat sampai perguruan tinggi," kata Idham.
Atas kejadian ini, nasib Persiba Bantul apakah akan mundur dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) atau tidak, masih belum diputuskan. Nantinya, akan melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu.
Dwi Budi Santoso (20) salah satu teman korban, mengaku mengenal Jupita adalah sosok pribadi yang mempunyai rasa sosial tinggi, baik kepada tetangga, maupun teman sesama suporter baik yang masih muda.
"Dia orangnya baik, rasa sosialnya tinggi," katanya.
Ia juga merasa kehilangan, sosok Jupita yang juga sebagai salah satu pengurus di Pasukan Suporter Bantul Militan (Paserbumi).
Jenasah Jupita dikebumikan pada Rabu sore di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




