Pansus UU Desa: UU Desa Bukan Sekadar Membangun Desa

Selasa, 25 Februari 2014 | 16:43 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Budiman Sudjatmiko, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan
Budiman Sudjatmiko, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (Istimewa)

Jakarta - Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang baru saja disahkan diharapkan dapat mencegah politik uang di level bawah, mengurangi arus urbanisasi, dan yang utama meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.

Demikian disampaikan Ketua Pansus RUU Desa, Budiman Sudjatmiko dalam kunjungannya ke Berita Satu Media Holdings, Selasa (25/2).

"Dengan adanya UU Desa, maka setiap desa di Indonesia akan mendapatkan alokasi anggaran Rp 700 juta-Rp 800 juta per tahun," ujar Budiman,

Sekitar Rp 59,2 triliun atau 3 persen dari APBN 2014 akan diberikan langsung kepada 72.944 desa di seluruh Indonesia sesuai dengan jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, kondisi infrastruktur dan luas wilayah.

Penggunaan anggaran UU Desa tersebut diputuskan oleh musyawarah desa, yang didampingi oleh penyuluh dari pemerintahan kabupaten, untuk membangun desa mereka.

Tahun 2013, desa mendapat alokasi dana Rp 42 triliun atau 2,6 persen dari APBN namun sebagian besar anggaran tersebut masuk ke alokasi tidak langsung.

"Dengan anggaran tersebut, desa didorong membuat badan usaha milik desa dan melakukan kegiatan usaha. Mereka bisa membayar orang untuk mengelola BUMD. Dengan semakin berkembangnya desa, maka daya tarik kota akan semakin berkurang," ujar Budiman.

Dia mengatakan sistem rekrutmen politik dan politik uang di tingkat desa akan berubah dengan UU desa.

"Jika desa maju, masyarakatnya sejahtera, maka politik uang tidak akan mempan. Caleg yang hanya mengandalkan uang akan kesulitan menarik pemilih dari desa yang sejahtera," ujar Budiman.

UU Desa masih menunggu peraturan pemerintah, namun UU ini ditargetkan diimplementasi secara penuh tahun 2015.

Harapan Budiman adalah agar desa-desa di Indonesia bisa maju seperti desa Huaxi di Tiongkok.

Desa Huaxi di Tiongkok memiliki salah satu gedung tertinggi di dunia, memiliki ratusan badan usaha milik desa yang maju, rumah penduduknya mewah seharga sekitar US$150.000 dan pendapatan masyarakatnya sekitar US$100.000 per tahun. Penduduknya masih bertani namun mereka memperoleh kekayaan lewat kepemilikan saham di BUMDesa yang maju,

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon