Batasi Asupan Gula, Cegah Obesitas pada Bayi

Jumat, 11 November 2011 | 10:22 WIB
NP
B
Penulis: Novy Lumanauw/ Pudjatari | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Hindari asupan gula meja (sukrosa) pada bayi selama 6 bulan pertama.

Ibu menyusui yang mengalami indikasi medis sehingga tidak dapat memberikan ASI atau harus mencampurnya dengan susu formula, perlu memerhatikan kandungan susu formula yang diberikan kepada bayinya.

"Penting diketahui orangtua, untuk menghindari sukrosa selama 6 bulan pertama" jelas dr Ahmad Suryawan SpA (K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur dalam konferensi pers yang diadakan oleh Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2011.

Ini penting untuk diperhatikan karena, dr Inge Permadhi, MS, SpGK, Koordinator Pelayanan Masyarakat Departemen Ilmu Gizi FK UI mengatakan, sukrosa yang dikenalkan sejak awal pada bayi akan memengaruhi preferensi makanan, yang dapat menyebabkan risiko gangguan kesehatan, baik jangka panjang seperti peningkatan risiko obesitas maupun dampak jangka pendek seperti karies gigi.

Karena itulah, lanjut dia, seorang ibu harus mengerti cara memilih susu formula dengan memahami cara membaca komposisi bahan baku yang tercantum dalam label kemasan.

Studi oleh Manella pada 2004 menunjukkan bahwa ada periode sensitif pada masa bayi dan anak dimana suka dan ketidaksukaan yang terbentuk pada masa tersebut akan memengaruhi pola makan saat dewasa.

Pengaruhi Pertumbuhan Anak
Hal ini menjadi pertimbangan penting pada penanganan atau pencegahan kelebihan berat badan dan obesitas yang meningkat secara dramatis di masa kanak-kanak dan remaja di banyak negara.

Sebuah studi yang dilakukan Beauchamp tahun 1982 menunjukkan, bahwa paparan terhadap air gula (rasa manis) pada 6 bulan pertama kehidupan akan meningkatkan kecenderungan untuk menyukai rasa manis.

"Asupan sukrosa dan kesukaan akan rasa manis tidak hanya meningkatkan risiko obesitas, tapi juga akan memengaruhi kecukupan asupan mikronutrien," jelas dr Ahmad Suryawan.

Ia menjelaskan bukti yang berkembang memperlihatkan, bahwa makanan yang ditambahkan dan tinggi kandungan gula totalnya berhubungan nyata dengan asupan mikronutrien yang lebih rendah dan mungkin memengaruhi pertumbuhan anak.

Konsumsi sukrosa lebih awal (pada bayi) untuk jangka waktu lama akan meningkatkan risiko karies. Temuan ini diperkuat oleh jurnal yang dipublikasi oleh Institute of Medicine pada 2005 dan The American Academy of Pediatric Dentistry pada 2008.

Karies dapat dicegah dengan menghindari pemberian sukrosa pada makanan bayi, termasuk pada susu formula bayi, dan menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap kali anak usai makan dan minum susu", kata kedua pakar tersebut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon