Pan Brothres Cetak Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Jumat, 7 Maret 2014 | 13:32 WIB
C
WP
Penulis: C-02 | Editor: WBP
Sejumlah pekerja bekerja di industri garmen.
Sejumlah pekerja bekerja di industri garmen. (Antara/Rosa Panggabean)

Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) sepanjang 2013 membukukakn pertumbuhan laba bersih 41,8 persen menjadi US$ 10,5 juta atau setara Rp 119 miliar dibandingkan tahun 2013 sebesa US$ 7,4 juta.

Naiknya penjualan menjadi pemicu kenaikan laba emiten produsen tekstil dan garmen ini.

"Penjualan tahun 2013 sebesar US$ 339,7 juta atau Rp 3,5 triliun naik 18,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 286,6 juta," kata manajemen perseroan dalam keterangan resminya, Jumat (7/3).

Dari total pendapatan tersebut, sebesar 95 persen atau US$ 323,3 juta berasal dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia. "Ekspor ke AS tercatat US$ 101,7 juta, Eropa senilai US$ 102,6 juta, sementara Asia dan negara lainnya masing-masing memberikan kontribusi US$ 132,5 juta dan US$ 2,7 juta," kata keterangan tersebut.

Hingga akhir 2013, total aset Pan Brothers meningkat 12,2 persen, dari US$ 208,3 juta di 2012 menjadi US$ 233,8 juta.

Sementara, jumlah liabilitas (utang) per Desember 2013 tercatat sebesar US$ 134,7 juta, naik 10,5 persen dibandingkan 2012 sebesar US$ 120,5 juta. Liabilitas terdiri dari utang jangka pendek sebesar US$ 50,8 juta dan utang jangka panjang sebesar US$ 83,9 juta.

Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Sutanto pernah mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 25 persen di tahun 2014. Kenaikan itu jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri garmen nasional sekitar 3,5 persen. Dengan begitu, penjualan Pan Brothers diperkirakan mencapai US$ 424 juta di 2014.

"Pertumbuhan ditopang oleh manufaktur garmen Tiongkok yang sedang menurun. Di sisi lain, permintaan dari luar negeri meningkat," jelas Anne, baru-baru ini.

Pan Brothers menargetkan bisnis ritel bisa memberi kontribusi sebesar 15 persen terhadap pendapatan perseroan dalam lima tahun mendatang. Bisnis tersebut didukung oleh populasi penduduk Indonesia yang besar dan tren peningkatan pendapatan per kapita.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon