Crimea Ingin Merdeka, Bukan Bergabung ke Rusia

Rabu, 12 Maret 2014 | 16:27 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Peta Ukraina, Rusia, Crimea
Peta Ukraina, Rusia, Crimea (Google Map)

Crimea- Para anggota parlemen di Semenanjung Crimea yang sekarang diduduki tentara Rusia sepakat untuk mendeklarasikan kemerdekaan jika warganya memilih untuk lepas dari Ukraina dalam referendum akhir pekan ini.

Hal tersebut merupakan hasil pemungutan suara parlemen yang dilakukan Selasa (11/3) kemarin, dan beritanya menyebar Rabu (12/3) WIB.

Parlemen setempat mengadopsi kesepakatan "deklarasi kemerdekaan Republik Otonom Crimea" jika warga memilih lepas dari kendali Kiev.

Negara baru ini nanti akan menjadi "negara yang demokratis, sekuler dan multi-etnis", menurut teks deklarasi tersebut, seperti dilaporkan TIME. Rupanya para anggota parlemen mengantisipasi kekhawatiran atas kemungkinan meletusnya perpecahan etnis di dalam Crimea.

Langkah parlemen ini tampaknya juga bertujuan mengubah pandangan dunia bahwa Rusia hendak mencaplok Crimea, karena semenanjung di Laut Hitam itu ternyata dibiarkan eksis sebagai negara merdeka.

Sementara itu, pasukan Rusia semakin memperkuat posisinya di Crimea menjelang referendum hari Minggu.

Rabu (12/3) ini, parlemen Ukraina di Kiev juga akan melakukan pemungutan suara untuk mengejar mosi bagi mobilisasi pasukan Kementerian Dalam Negeri agar menjadi garda nasional dengan tugas "mempertahankan negeri dan warga negara dari para kriminal, serta tindak agresi eksternal dan internal."

Semua penerbangan di Crimea dihentikan hari ini, kecuali untuk pesawat yang datang dari Moskwa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon