Alasan Kenapa Referendum Crimea Hanya Akal-akalan
Jumat, 14 Maret 2014 | 05:52 WIB
Konflik di Ukraina akan memuncak hari Minggu (16/3) ini, ketika warga di Semenanjung Crimea akan memilih dalam referendum, apakah mereka akan merdeka dari Kiev.
Namun pilihan pertanyaan dalam kertas suara itu sebetulnya tidak memberikan opsi Crimea akan kembali ke pangkuan Ukraina.
Dalam situs parlemen Crimea yang dikuasai kelompok pro-Rusia, dicantumkan pilihan dalam referendum sebagai berikut:
1. "Apakah anda mendukung bergabungnya Crimea dengan Federasi Rusia, sebagai bagian dari Rusia?"
2. "Apakah anda mendukung restorasi konstitusi Crimea tahun 1992, dan status Crimea sebagai bagian dari Ukraina?"
Pilihan kedua ini sebetulnya kontradiktif. Konstitusi tahun 1992 menegaskan bahwa Crimea adalah negara merdeka dan bukan bagian dari Ukraina. Penetapan wilayah otonomi dalam teritori Ukraina baru dilakukan berikutnya.
Jadi, kalau warga memilih "mendukung restorasi konstitusi 1992", mereka sebenarnya mendukung otonomi yang lebih besar.
Berarti tak peduli apa yang dipilih, para pemilih akan menyetujui kemerdekaan dari Ukraina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




