Referendum Crimea Tuntas, AS dan Eropa Tak Mau Akui
Senin, 17 Maret 2014 | 02:03 WIB
Pemungutan suara dalam referendum di Crimea, Ukraina selesai Minggu (16/3) waktu setempat dan hasilnya -- yang diperkirakan akan memberi kemenangan mutlak bagi kelompok pro-Rusia -- akan diumumkan Senin ini.
"Sekarang jelas kami akan menjadi bagian dari Rusia jadi mereka harus menemukan solusi damai," kata komandan pangkalan militer Yevpatoriya, Kol. Andrey Matvienko.
Sementara itu Gedung Putih melalui pernyataan juru bicara Jay Carney menegaskan sekali lagi "Kami menolak 'referendum' yang berlangsung hari ini" di Crimea.
"Masyarakat Internasional tidak akan mengakui hasil pemungutan suara yang dilakukan di bawah ancaman kekerasan dan intimidasi campur tangan militer Rusia," lanjutnya.
Gedung Putih juga mengecam campur tangan Rusia ini sebagai hal yang "berbahaya dan merusak stabilitas" dan memperingatkan "meningkatnya harga yang harus dibayar Rusia."
Amerika Serikat dan Eropa Barat menuduh Rusia mendalangi referendum yang tidak sah dan tidak konstitusional di Crimea, yang dalam dua pekan terakhir ini sudah berada dalam kekuasaan Rusia.
Namun para pemimpin Rusia dan Crimea berdalih persoalan mendasar cuma tentang hak menentukan nasib sendiri.
"Menurut saya (President AS Barack) Obama adalah pria yang cerdas yang paham bahwa tidak mungkin mengabaikan keinginan mayoritas populasi yang hidup di Crimea," kata Perdana Menteri baru Crimea dukungan Moskwa, Sergei Aksyonov, seperti dikutip ABC News.
"Saya berharap alasan ini akan bertahan dan orang-orang Amerika akan memahami hal itu hari ini, warga Crimea juga punya hak untuk bebas memilih."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




