Referendum Crimea: Hanya 1 yang Pilih Bergabung Ukraina
Senin, 17 Maret 2014 | 02:21 WIB
Simferopol - Sampai Minggu (16/3) malam waktu setempat, sebanyak 70% warga telah memberikan suaranya dalam referendum di Crimea, Ukraina.
Kemenangan telak diyakini akan menjadi milik kubu yang ingin bergabung ke Rusia, dan para pejabat lokal malah mengatakan hanya satu orang sejauh ini yang memilih bergabung ke Ukraina.
Referendum dilaksanakan di 200 wilayah pemilihan, melibatkan sekitar 1.700 pengamat, menurut keterangan di situs resmi referendum itu.
"Partisipasi pemilih lebih dari 70%. Lebih dari 1 juta orang ikut memilih," kata Perdana Menteri Crimea Sergei Aksyonov.
Wakilnya, Rustam Temirgaliyev, memprediksi paling tidak 82% pemilih akan memberikan suara untuk bergabung dengan Rusia
Menurut para anggota Republican Institute of Political and Sociological Research, yang bertanggung jawab menyelenggarakan jajak pendapat tersebut, hanya satu orang yang memilih agar Crimea tetap di bawah otoritas Ukraina, yaitu di TPS nomor 08114 distrik Kamenka, di Simferopol.
Distrik tersebut memiliki sekitar 2.000 pemilih, setengah dari mereka telah memberikan suaranya.
Zhana Nikitenko, kepala komisi pemilihan umum Crimea, memuji proses referendum yang berjalan lancar.
"Pemungutan suara ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya, karena tidak ada oposisi di sini," kata Nikitenko.
"Hari ini, tidak ada partai politik, hanya ada satu bangsa Crimea yang bersatu."
Hasil referendum yang resmi dan menyeluruh akan disampaikan Senin ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




