Buron Teroris Masuk DPT, KPU: Mereka Punya Hak Pilih

Rabu, 16 April 2014 | 06:40 WIB
FA
FH
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: FER
Ilustrasi tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah
Ilustrasi tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah (Antara/Fanny Octavianus)

Poso - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Poso Taufik Hidayat mengakui jika pihaknya masih memberikan hak pilih pada buron polisi dalam kasus teror. Termasuk hak yang diberikan pada dua pentolan kasus teror atas nama Santoso dan Daeng Koro.

"Prinsipnya semua warga negara yang punya syarat untuk memilih tentu masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Santoso memang terdaftar di TPS 4 , Desa Bhakti Agung Kecamatan Poso Pesisir Utara. Tapi saya belum cek, dia mengggunakan haknya atau tidak," katanya saat ditemui dikantor KPU Poso, Rabu (16/4).

Pemilih di Poso diikuti sekitar 145 ribu pemilih dengan 584 TPS. Untuk sementara, berdasar hasil rekap, pemilih yang menggunakan haknya di atas 80 persen.

"Juga tak ada isu gangguan keamanan yang menonjol. Semua cukup baik dan masih dianggap aman kendati memang ada pemungutan suara ulang di satu TPS karena ketua KPPS-nya mencoblos lebih dari satu kali dengan alasan mewakili pemilih," bebernya.

Seperti diberitakan, selain Santoso, Daeng Koro juga terdaftar dalam DPT di Desa Tokorondo Kecamatan Poso Pesisir. Santoso dan Daeng adalah dua nama diantara 24 buron yang dirilis polisi.

22 nama buron lain yang masuk daftar buron polisi adalah Mamat, Alian San alias Pak De alias Komandan, Hendro, Taufik Buraga alias Upik Lawanga, Herman alias David, Fadlun alias Lun, Faris dan Anto.

Selanjutnya ada Sugiatno alias Su alias Abiny Irul, Can alias Fajar alias Muhammad Fuad, Ambo Intan alias Ambo alias Pambo, Ali Sannang alias Papa Kairul, Imron, Azis alias Papa Sifa, Sugir alias Yanto alias Mas Yanto dan Busro alias Dan alias Atif.

Kemudian ada Joko alias Kadir, Samil alias Nunung, Bogar, Hadit, Salahudin alias Jon, dan Ambo.

Lima nama di atas telah berhasil ditangkap dalam keadaan hidup atau mati.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon