Pelaksanaan Otonomi Daerah Dinilai Mengecewakan
Jumat, 25 April 2014 | 10:41 WIB
Jakarta - Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan bertolak dari capaian yang ada, secara umum otonomi daerah (Otda) kurang menggembirakan.
Menurutnya, pelaksanaan Otda ke depannya perlu diperbaiki secara substantif agar bisa mendorong terwujudnya pembangunan Indonesia dari daerah.
"Sinergi, koordinasi, pengawasan antar jenjang pemerintahan lebih diefektifkan agar pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah berlangsung efektif, efisien," kata Siti di Jakarta, Jumat (25/4).
Ia menegaskan masalah kualitas peningkatan pelayanan publik juga harus diperhatikan. Pelayanan publik haruslebih baik sehingga rakyat merasakan kemanfaatan dari diterapkannya desentralisasi dan Otda.
"Pemda didorong untuk meningkatkan anggaran pelayanan publik agar lebih besar dari anggaran rutin/birokrasi supaya fokus dana diarahkan ke kebutuhan rakyat. Hal ini sekaligus memangkas tindakan-tindakan koruptif yang bakal muncul. Semakin besar anggaran untuk pelayanan publik, maka akan semakin kecil anggaran yang dikorupsi," ujarnya.
Masalah lain yang harus diperbaiki adalah perlu digalakkan lagi kerjasama antar daerah agar kompetisi antar daerah mengarah ke hal-hal yang positif untuk saling melengkapi dan saling mengisi.
Daerah-daerah didorong untuk meningkatkan daya saingnya, mengundang investor-investor untuk masuk dan menanamkan investasinya di daerah.
Kluster-kluster ekonomi baru perlu digalakkan agar dinamika ekonomi daerah lebih terasakan dan bisa dinikmati masyarakat lokal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




