Guru JIS Bakal Gugat Perdata Orang Tua Korban Ratusan Juta Dolar
Kamis, 12 Juni 2014 | 15:53 WIB
Jakarta - Guru dan staf Jakarta International School (JIS), bakal melakukan gugatan perdata kepada DR orang tua korban berinisial A, lantaran diduga telah menyebarkan berita bohong sehingga dituding mencemarkan nama baik dan fitnah melalui surat elektronik. Tak tanggung-tanggung, gugatan yang akan disampaikan mencapai ratusan juta dolar.
"Kami akan tuntut juga secara perdata, ratusan juta dollar. Kami tuntut DR dan suaminya," ujar Kuasa Hukum guru dan staf JIS, Hotman Paris Hutapea, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/6).
Dikatakan Hotman, apa yang disampaikan DR melalui surat elektronik kepada orang tua murid JIS, tak ada buktinya.
"Ini satu pun tak ada buktinya. Polisi saja belum melakukan pemeriksaan. Kecuali sudah ditetapkan (tersangka), baru bisa. Kami melaporkan ini, bukan karena ada laporan. Namun, intinya ada email yang menuduh tanpa bukti," ungkapnya.
Menurutnya, guru JIS mempertanyakan apa maksud DR menyebarkan tuduhan kalau ada oknum guru dan staf yang melakukan pelecehan seksual dan merekamnya.
"Mereka menanyakan kepribadiannya (DR). Apakah ini ada kaitan gugatan perdata? Mungkin dengan melibatkan guru, bisa memperkuat gugatan (orang tua korban MAK) yang diminta mencapai 125 juta dollar. Ini seolah-olah ada orang di belakang, apa pengacara, atau ada yang ingin JIS tutup?" tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, guru dan staf JIS, resmi melaporkan orang tua murid berinisial DR, lantaran diduga melakukan tindak pencemaran nama baik dan fitnah ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya.
Pelapor atas nama Neil Bantlemen dengan saksi korban Elsa Donohue dan Ferdinan Chong. Sementara, yang dilaporkan DR orang tua salah satu murid di JIS.
Guru dan staf itu, melaporkan DR dengan nomor laporan LP/2173/VI/2014/PMJ/Ditreskrimum, lantaran diduga melanggar Pasal 310 KUHP, Pasal 311 KUHP dan Pasal 27 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




