Sejarah Baru Denmark di Indonesia Terbuka

Minggu, 22 Juni 2014 | 22:48 WIB
SA
B
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: B1
Pebulutangkis Denmark Jan O Jorgensen
Pebulutangkis Denmark Jan O Jorgensen (PBSI)

Jakarta - Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah turnamen Indonesia Terbuka yang digelar sejak tahun 1982, Denmark berhasil meraih dua gelar sekaligus. Di Indonesia Terbuka Super Series Premier 2014, Denmark berhasil meraih gelar di sektor ganda campuran dan tunggal putra.

Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen berhasil mengalahkan Xu Chen/Ma Jin dalam drama tiga set di Istora Senayan, Minggu (22/6). Pasangan yang mendapat dukungan penuh dari penonton di Istora ini, sukses mengandaskan pasangan nomor tiga dunia itu dengan rubber set 18-21, 21-16 dan 21-14.

"Kami tentu bahagia akhirnya bisa menjadi juara di sini. Saya benar-benar berterima kasih kepada penonton Istora yang mendukung kami. Kami tidak tahu apakah kami bisa melakukan hal ini tanpa dukungan mereka," ujar Nielsen usai laga.

Pria berusia 35 tahun itu memang terlihat sangat bahagia saat berhasil mengklaim gelar juara. "Kami selalu senang bermain disini, apalagi saat ini kami bisa menjadi juara. Kami berharap untuk bisa bermain baik lagi," lanjutnya.

Catatan prestasi Nielsen/Pedersen ini menyamai prestasi dari pasangan Denmark terdahulu, Thomas Lund/Pernile Duppont yang menjadi juara di tahun 1991 silam.

Sementara itu di sektor tunggal putra, Jan O Jorgensen berhasil menumbangkan Kenichi Tago dalam dua set langsung 21-18 dan 21-18.

"Pertandingan saya hari ini benar-benar luar biasa. Saya benar-benar tidak menyangka bisa memenangkan turnamen ini. Ini salah satu prestasi tertinggi saya. Ini gelar pertama saya di Asia, gudangnya pemain bulutangkis, saya benar-benar sangat bahagia," ujar Jan usai laga.

Di sektor tunggal sendiri, Denmark memang tidak memiliki begitu banyak pemain papan atas dunia, terlebih lagi setelah Peter Hoeg Gade menyatakan pensiun dua tahun lalu. Tapi kini, dengan prestasinya ini, Jan mengaku bahwa dirinya siap menjadi salah satu pesaing tunggal putra dunia.

"Banyak yang bertanya siapa yang akan menjadi penerus tunggal putra di Denmark setelah Peter pensiun. Tetapi, setelah gelar ini, saya pikir saya sudah siap (menggantikannya)," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon