15 Juli, Uji Coba Gerbang ERP Dilaksanakan

Jumat, 4 Juli 2014 | 12:26 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi Electronic Road Pricing (ERP)
Ilustrasi Electronic Road Pricing (ERP) (Istimewa)

Jakarta - Pengerjaan pemasangan gantry (gate entry) atau gerbang masuk electronic road pricing (ERP) telah mulai dilakukan sejak Kamis (3/7) malam.

Diharapkan pemasangan gantry dan instalasi ERP dapat rampung pada hari Minggu (6/7). Dengan begitu, uji coba ditargetkan dapat dimulai pada 15 Juli 2014.

Saat ini, gantry ERP sudah tegak berdiri di depan Gedung Bank Panin, Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Gerbang tersebut sudah terpasang di jalur lambat untuk kendaraan roda dua.

Gerbang yang dibangun oleh perusahaan asal Swedia, PT Kapsch, didirikan dengan tinggi 7 meter dan lebar 14 meter. Di atas gerbang tersebut telah dipasang tiga mesin canggih untuk merekam dan mendeteksi on board unit (OBU) yang terpasang di mobil.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar, mengatakan pemasangan gerbang ERP akan selesai dalam pekan ini, sehingga pada 15 Juli, pelaksanaan uji coba dapat segera dilakukan.

Gerbang yang sudah terpasang adalah sisi barat atau lajur yang mengarah ke Semanggi. Sementara untuk sisi timur baru akan dipasang hari ini, Jumat (4/7) malam.

"Sekarang sudah terpasang satu gerbang di sisi barat. Bentuknya sudah terlihat seperti gerbang ERP di kota-kota besar lain di dunia. Kami harapkan pemasangan gerbang ini bisa selesai pekan ini. Kemudian uji coba bisa dilaksanakan pada pertengahan Juli ini lah, ya sekitar tanggal 15 Juli," kata Akbar, Jumat (4/7).

Untuk uji coba ini, akan melibatkan 50 kendaraan roda empat yang sudah dipasangkan OBU. Uji coba dilakukan untuk mengetahui apakah mesin-mesin yang berada di gerbang ERP bisa mendeteksi kendaraan yang dipasang OBU. Uji coba penerapan ERP itu dilaksanakan selama tiga sampai enam bulan.

Tiga mesin yang dipasang di atas gerbang, paparnya, digunakan untuk mendeteksi OBU yang ada di dalam mobil. Ketiga mesin tersebut terdiri dari VDC Passage (sensor untuk mendeteksi jenis kendaraan), VR censor (kamera yang bisa mengambil gambar plat nomor kendaraan kalau melanggar aturan atau sisi pengawasan), dan yang terakhir adalah Transceivers (penerima data dari OBU).

"Ketiga mesin ini satu set alat untuk pendeteksi OBU dalam penerapan sistem ERP. Jadi, kendaraan yang terpasang OBU, saat melintas di gerbang ERP, maka saldo yang ada didalam kartu di OBU akan terpotong langsung," ujarnya.

Bagi kendaraan yang tak terpasang OBU, namun melintas di gerbang ERP, tetap akan terdeteksi dan langsung terekam nomor polisi kendaraannya. Kemudian kendaraan yang melanggar tersebut akan dikirimkan surat tilang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon