Jokowi-JK Butuh Dukungan Parlemen yang Kuat
Rabu, 23 Juli 2014 | 17:04 WIB
Jakarta - Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) terpilih, Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK) membutuhkan tambahan kekuatan di parlemen. Dengan demikian, maka kinerja pemerintahan akan efektif karena tidak dihalangi oleh parlemen.
"Secara rasional politik, kami butuhkan kekuatan di parlemen. Secara tidak langsung, kami butuh kekuatan 50 persen ditambah satu," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR, Marwan Jafar di Jakarta, Rabu (23/7).
Menurut Marwan, beberapa anggota DPR dari parpol yang tidak mendukung Jokowi-JK bakal bergabung. Namun, dia tidak menyebutkan pihak-pihak tersebut.
"Ada individu-individu yang sudah mendukung, tapi lembaga atau partainya belum. Tunggu saja, politik ini dinamis," ujarnya.
Seperti diketahui, terdapat enam parpol yang bukan pengusung Jokowi-JK. Ada pun keenam parpol tersebut yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Partai Demokrat (PD) yang awalnya netral pada akhirnya mendukung pasangan Prabowo-Hatta bersama keenam parpol itu.
Sementara parpol pengusung Jokowi-JK yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




