Naik 34%, Pendapatan LPKR Tembus Rp 4 T
Rabu, 30 Juli 2014 | 13:59 WIB
Karawaci, Tangerang - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hari ini melaporkan pendapatan perusahaan di semester pertama tahun ini naik 34 persen menjadi Rp 4,11 triliun dari Rp 3,07 triliun di periode yang sama tahun lalu.
"Saya gembira dengan hasil kinerja keuangan perusahaan untuk semester pertama tahun ini dan kami akan terus melaksanakan proyek-proyek yang menargetkan segmen menengah atas pada semester kedua tahun ini. Kenaikan harga yang cukup besar yang dialami selama tiga tahun terakhir cenderung melambat, namun dengan bisnis model yang solid, LPKR mampu mengatasi perlambatan kenaikan harga dan mempertahankan kinerja yang baik. Selanjutnya, pada sektor ritel, persaingan di antara para pengusaha ritel untuk mendapatkan lokasi ritel yang strategis akhir-akhir ini cukup ketat terutama di Jakarta, dimana selanjutnya akan menguntungkan daerah-daerah sekitarnya seperti Karawaci dan Cikarang," kata Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya, dalam siaran persnya.
Meningkatnya pendapatan didukung oleh bisnis model terintegrasi yang solid, pendapatan residential dan urban development yang kuat serta pertumbuhan pendapatan healthcare yang kokoh.
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi tumbuh sebesar 33 persen menjadi Rp1,2 triliun, sedangkan laba bersih mengalami pertumbuhan yang solid sebesar 23 persen menjadi Rp 673 miliar.
Secara keseluruhan, LPKR menghasilkan kinerja keuangan yang kuat dimana semua indikator pertumbuhan pendapatan keempat divisi bisnis meningkat sebesar dua digit. Lebih penting lagi, LPKR mencatat tonggak sejarah dimana untuk pertama kalinya berhasil membukukan pendapatan Rp 4 triliun dalam periode enam bulan.
Seperti yang telah diantisipasi, divisi bisnis healthcare mendapatkan momentum dimana pendapatan mencatat pertumbuhan sebesar 31 persen yoy menjadi Rp1,57 triliun yang terutama didorong oleh peningkatan pendapatan dari ketiga rumah sakit berkembang sebesar 18 persen yoy serta sepuluh rumah sakit baru yang memberikan kontribusi jumlah pendapatan sebesar Rp 472 miliar (30% dari jumlah Pendapatan healthcare). Sementara itu, kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 19 persen yoy dan penerimaan pasien rawat inap meningkat sebesar 29 persen yoy.
Pendapatan untuk divisi bisnis urban development meningkat sebesar 31 persen yoy menjadi Rp 1,12 triliun dari Rp 857 miliar, terutama ditopang oleh pendapatan Lippo Cikarang yang meningkat sebesar 56 persen yoy menjadi Rp 755 miliar.
Selain itu, pendapatan untuk divisi bisnis large scale integrated development meningkat sebesar 72 persen yoy menjadi Rp 798 miliar, ditopang oleh pembukuan Pendapatan dari Kemang Village dan St Moritz yang masing-masing tumbuh sebesar 135 persen yoy menjadi Rp 433 miliar dan 73 persen yoy menjadi Rp 363 miliar.
Ke depan, tren gaya hidup untuk tinggal di gedung-gedung bertingkat akan menjadi tren jangka panjang dan dengan harga yang masih relatif rendah menurut standar kawasan negara-negara sekitarnya, maka peluang pertumbuhan yang sehat di tahun-tahun mendatang sangat besar.
Pendapatan untuk divisi komersial yang terdiri dari mal ritel dan hotel, tumbuh 12 persen yoy menjadi Rp 299 miliar. Pendapatan divisi usaha manajemen aset meningkat sebesar 16 persen yoy menjadi Rp 324 miliar.
Pendapatan recurring LPKR meningkat sebesar 25 persen yoy menjadi Rp 2,19 triliun serta memberikan kontribusi 53 persen dari total pendapatan perseroan pada semester 1 2014.
LPKR adalah perusahaan properti terbuka yang terbesar di Indonesia berdasarkan total pendapatan dan total aset, serta didukung oleh landbank yang terdiversifikasi di seantero negeri dan basis pendapatan recurring yang kuat.
Divisi usaha LPKR meliputi residential/township, mal ritel, hospitals, hotels, dan manajemen aset.
LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 22 triliun atau USD1.88 miliar pada 30 Juni 2014.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




