Menikmati Gelombang 'The Bono'
Selasa, 6 Desember 2011 | 09:52 WIB
Gelombang pasang The Bono yang ada di Sungai Kampar Riau lebih besar dibandingkan yang terdapat di Sungai Amazon Brazil.
The Bono atau gelombang pasang di Sungai Kampar dan Rokan telah menjadi daya tarik wisatawan dari seluruh dunia.
Gelombang The Bono, sebelumnya pernah diuji coba peselancar dari Eropa. Dan hasilnya menunjukkan banyak yang tertarik untuk berselancar di kawasan tersebut.
"Waktu itu mereka mencoba Bono di Sungai Kampar, tepatnya di daerah Teluk Meranti," jelasnya.
Meski demikian, lanjut dia, gelombang pasang ini tidak terjadi sepanjang waktu. Melainkan hanya pada saat bulan penuh saja.
Hanya terdapat dua lokasi Bono di dunia yakni di Brazil tepatnya di Sungai Amazon dan Indonesia tepatnya Riau. Gelombang pasang yang ada di Riau, lebih besar dibandingkan yang terdapat di Brazil. Tinggi ombak bisa mencapai empat sampai enam meter
Gelombang Bono tepatnya berada di Kelurahan Teluk Meranti, daerah Semenanjung Kampar, berjarak sekitar 135 kilometer dari Kota Pekanbaru.
Fenomena alam di Sungai Kampar itu terjadi karena pertemuan dua arus dari sungai dan arus laut dari muara, karena daerah itu langsung berhadapan dengan Selat Malaka.
The Bono atau gelombang pasang di Sungai Kampar dan Rokan telah menjadi daya tarik wisatawan dari seluruh dunia.
Gelombang The Bono, sebelumnya pernah diuji coba peselancar dari Eropa. Dan hasilnya menunjukkan banyak yang tertarik untuk berselancar di kawasan tersebut.
"Waktu itu mereka mencoba Bono di Sungai Kampar, tepatnya di daerah Teluk Meranti," jelasnya.
Meski demikian, lanjut dia, gelombang pasang ini tidak terjadi sepanjang waktu. Melainkan hanya pada saat bulan penuh saja.
Hanya terdapat dua lokasi Bono di dunia yakni di Brazil tepatnya di Sungai Amazon dan Indonesia tepatnya Riau. Gelombang pasang yang ada di Riau, lebih besar dibandingkan yang terdapat di Brazil. Tinggi ombak bisa mencapai empat sampai enam meter
Gelombang Bono tepatnya berada di Kelurahan Teluk Meranti, daerah Semenanjung Kampar, berjarak sekitar 135 kilometer dari Kota Pekanbaru.
Fenomena alam di Sungai Kampar itu terjadi karena pertemuan dua arus dari sungai dan arus laut dari muara, karena daerah itu langsung berhadapan dengan Selat Malaka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
HUKUM & HANKAM
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
BERITA VIDEO
ARTIKEL TERPOPULER
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




