Talenta Atlet Papua Diharapkan Lebih Tersalurkan

Selasa, 6 Desember 2011 | 14:26 WIB
S
B
Penulis: SIT | Editor: B1
Sprinter Indonesia Franklin Burumi Ramses yang sukses menggondol tiga emas SEA Games XXVI/2011.
Sprinter Indonesia Franklin Burumi Ramses yang sukses menggondol tiga emas SEA Games XXVI/2011. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Banyak menyita perhatian dengan penampilan hebat maupun prestasi yang diraih belakangan, para atlet Papua diharapkan bisa lebih tersalurkan talentanya.

Talenta asal Papua memang luar biasa. Setidaknya, demikian ungkapan dari mantan petinju nasional asal Wamena, M Amon Mabel, mencermati bermunculannya beberapa atlet berprestasi dari tanah kelahirannya itu.

"Memang, SDM asal Papua sangat luar biasa, terutama jika ingin dijadikan atlet. Secara fisik, mereka pasti unggul, karena telah ditempa oleh alam. Artinya, tinggal dipoles saja," ujar Amon, di Palembang, Selasa (6/12).

Amon menerangkan, kehidupan masyarakat Papua sendiri memang tidak sama dengan beberapa kota di Indonesia, karena terdapat berbagai keterbatasan, seperti kekurangan infrastruktur dan informasi. "Karena saya telah mengalaminya sendiri, memang sangat berbeda," katanya.

"Jika di Palembang, para atlet tidak perlu bersusah-payah untuk berlatih, karena tinggal naik kendaraan saja, tapi di Papua akan sangat berbeda. Untuk mencapai sasana (latihan tinju), harus berjalan kaki hingga 10 km," ujar peraih medali emas Kejuaraan Asia-Pasifik tahun 1988 itu.

Menurut Amon pula, hal itu justru menjadi kelebihan tersendiri bagi para pemuda asal Papua, karena secara fisik mereka sudah sangat kuat dibandingkan yang lain. Hal itu pun bisa dibuktikan, ketika banyak di antara mereka berhasil merajai beberapa cabang olahraga, seperti atletik, tinju, hingga sepakbola.

"Bagi atlet Papua, latihan fisik itu seperti menjalani kehidupan sehari-hari. Inilah kelebihannya. Itulah (pula makanya), sulit untuk menemukan atlet dengan kualitas fisik serupa di provinsi lain yang relatif sudah lebih maju," kata Amon lagi.

Amon pun mengaku tidak heran, jika pada SEA Games lalu, para atlet asal Papua banyak yang mampu mengharumkan nama bangsa. Antara lain seperti yang ditorehkan Franklin Burumi dan Serafi Anelies Unani, di cabang atletik pada nomor lari 100 meter putra dan putri. Begitu pula dengan penampilan memukau trio Papua di timnas U-23, yang terdiri dari Titus Bonai, Okto Maniani dan Patrich Wanggai.

"Di Papua itu sebenarnya banyak sekali remaja-remaja yang potensial untuk dijadikan atlet. Tapi, memang diakui terkadang (mereka) tidak tersentuh. Ibarat mutiara yang tersimpan," ujar pelatih tinju Sumsel itu pula.

Sehubungan dengan itu, sebagai atlet yang dibesarkan di Papua, Amon mengaku prihatin akan kondisi tersebut. Padahal menurutnya, jika dimanfaatkan secara maksimal, hal itu sebenarnya dapat pula membawa dampak positif bagi para remaja di sana.

Amon pun mencontohkan apa yang dilakukan beberapa waktu lalu, yakni dengan memboyong petinju putri asal Papua, Live Sonia Karubaba, untuk dijadikan atlet Sumatera Selatan. "Pada prinsipnya, para remaja asal Papua tertarik untuk mengembangkan diri, asalkan diberikan kesempatan. Sonia justru senang bisa diberikan kesempatan untuk keluar Papua dan mengembangkan diri," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon