Keindahan Raja Ampat Harus Dikelola Secara Profesional

Kamis, 21 Agustus 2014 | 00:11 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Matahari tenggelam di Raja Ampat, Papua
Matahari tenggelam di Raja Ampat, Papua (Burufly)

Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (ASITA) Asnawi Bahar mengatakan, objek wisata Raja Ampat di Papua Barat harus dikelola secara profesional demi menjaga kelestarian destinasi yang terkenal dengan wisata bawah lautnya itu.

"Jika Raja Ampat akan dimassalkan, pengelolaannya harus dikerjakan dengan sistem serta standar operasional yang ketat dan profesional," kata Asnawi Bahar di Jakarta, Rabu (20/8).

Menurut dia, dengan adanya promosi wisata seperti Sail Raja Ampat yang akan puncaknya diadakan pada 23 Agustus ini, daerah wisata itu menjadi makin terkenal sehingga akan lebih menarik datangnya wisatawan.

"Di satu sisi wisatawan akan makin banyak, tapi kita harus berkaca dengan Bunaken, jika pengawasan penjagaan tidak dilakukan secara hati-hati, Raja Ampat bisa terjadi seperti Bunaken yang kini alam bawah lautnya rusak," katanya.

Asnawi menjelaskan jika memang pemerintah ingin mendatangkan jumlah turis yang lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik maka diperlukan pengembangan infrastruktur yang memadai dengan konsep "green tourism".

"Konsep itu merujuk ke keseimbangan, nilai ekonomi tumbuh namun alam tidak rusak, hubungan alam dengan manusia juga terjaga," jelasnya.

Menurut Asnawi, pemerintah juga bisa membentuk badan khusus yang berkompeten dan peduli untuk mengelola Raja Ampat.

"Seperti Borobudur dan Prambanan itu kan dikelola oleh PT Taman Wisata. Menurut saya itu berhasil. Pemerintah bisa membuat seperti itu, kalau dikelola Pemda, saya khawatir 20 tahun lagi akan rusak," katanya.

Ia mengatakan pemerintah juga harus belajar dari negara asing terkait sistem pengelolaan wisata.

"Saya contohkan Wakatobi, ada satu pulau yang dikelola pihak asing dan itu lebih bagus, ini yang harus kita lakukan dan contoh, kenapa orang asing bisa kita tidak?" katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon