Percepat IPO ke 2017, DAFAM Group Bidik Rp 1 Triliun

Kamis, 21 Agustus 2014 | 12:15 WIB
AT
FB
Penulis: Antonia Timmerman | Editor: FMB
Hotel Dafam Semarang.
Hotel Dafam Semarang. (Dafamhotels.com)

Jakarta – Pengembang properti DAFAM Group menargetkan pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2017, lebih cepat dari rencana semula 2019. Perusahaan berharap dapat meraup dana sebesar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Presiden Direktur DAFAM Group Billy Dahlan mengatakan, pihaknya berencana menawarkan hingga 40% kepemilikan saham. Namun, perseroan akan melakukan private placement terlebih dahulu sebelum go public.

"Kami akan melakukan pembicaraan dengan sejumlah private equity dan investor strategis untuk bergabung dengan DAFAM Group sebelum IPO. Dalam tiga tahun, diharapkan sudah ada investor yang masuk sehingga pertumbuhan perusahaan bisa dipercepat," kata Billy, Rabu (20/8).

Sesuai rencana, dana IPO akan digunakan untuk pengembangan bisnis properti, yakni penambahan cadangan tanah, pembangunan hotel dan perumahan, serta menjalankan bisnis pengelolaan hotel (hotel management). Saat ini, cadangan lahan DAFAM Group tercatat seluas 200 ha.

Meski demikian, Billy mengaku, DAFAM Group belum menunjuk sekuritas penjamin pelaksana efek (underwriter). Pihaknya masih akan fokus kepada peningkatan jumlah aset dari saat ini Rp 800 miliar. Jumlah aset tersebut meliputi 6 hotel, 15 karaoke keluarga, restoran, perumahan, condotel, serta apartemen.

Tahun ini, DAFAM Group telah mengakuisisi satu hotel di Pekanbaru dan akan menuntaskan pembelian satu hotel di Medan. Dengan begitu, DAFAM Group akan memiliki sebanyak 7-8 hotel serta mengelola hingga 40 hotel lainnya pada 2015. Perseroan berharap dapat memiliki 10 hotel pada 2017 dan mengelola lebih dari 100 hotel lain pada 2019.

Namun, lanjut Billy, portofolio yang terdiri atas 10 hotel pada saat IPO belum cukup. Dirinya berambisi mengakuisisi hingga 40 hotel lain yang selama ini dikelola perusahaan.

"Kami akan mengajak 30 – 40 hotel lain yang selama ini kami kelola untuk masuk ke dalam payung DAFAM Group. Hal ini bisa membuat perusahaan semakin menarik bagi investor pada saat IPO nanti," tandas Billy.

DAFAM Group mencatat total pendapatan sebesar Rp 200 miliar sepanjang 2013. Adapun net profit EBITDA tercatat sebesar Rp 80 miliar. Hingga Juni 2014, perusahaan membukukan pendapatan senilai Rp 150 miliar, atau 42,8% dari total target akhir tahun sebesar Rp 350 miliar.

Selain bisnis properti, DAFAM Group berniat melakukan ekspansi di sejumlah bidang lain. Terutama, pengembangan bidang trade and supply perlengkapan hotel dan bidang pendidikan. Perusahaan berencana membangun akademi perhotelan dan hospitality di berbagai daerah Indonesia.

"Selain memasok perlengkapan, kami juga akan memasok sumber daya manusia ke industri perhotelan dan pariwisata kita. Tujuannya agar DAFAM Group menjadi perusahaan properti yang terintegerasi," imbuh Billy.

Secara terpisah, analis AAA Securities Maula Adini mengatakan, pemulihan sektor properti diperkirakan bisa terjadi dalam 2 – 3 tahun mendatang. Namun, pemulihan akan berjalan lambat akibat pelemahan nilai tukar Rupiah yang berkelanjutan.

"Pada 2015 – 2016, pertumbuhan properti memang diprediksi masih melambat, meski tidak sedalam 2013 – 2014. Namun, selama supply masih bisa terserap saya rasa sektor ini bisa terus membaik," kata Maula kepada Investor Daily.

Selama 2013, pertumbuhan sektor properti mencapai 20%. Sementara, pertumbuhan pada tahun ini dan tahun depan diperkirakan melambat menjadi 10 – 15%.

Meski begitu, ujar Maula, wacana kebijakan baru yang memungkinkan kepemilikan asing dapat mendorong pertumbuhan sektor properti Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyat telah menyatakan dukungan atas usulan pemberian ruang tambah bagi kepemilikan properti oleh pihak asing.

"Pada 2017 saya kira itu bisa menjadi saat yang tepat bagi DAFAM Group untuk masuk ke pasar modal," kata Maula.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon