Suhu 50 Celcius, Resepsi RI Digeser ke Desember
Selasa, 13 Desember 2011 | 15:52 WIB
Selama Agustus, September dan Oktober, temperatur di Khartoum mencapai 46-50 derajat Celcius. Maka pada Desember ini diadakan resepsi diplomatik.
Apa jadinya jika suhu mencapai 46-50 derajat Celcius di Khartoum? Salah satunya, resepsi diplomatik Indonesia yang lazim diadakan pada Agustus di Wisma Duta Indonesia digeser ke Desember ini.
"Selama Agustus, September dan Oktober, temperatur di Khartoum mencapai 46-50 derajat Celcius. Maka pada Desember ini diadakan resepsi diplomatik dan promosi potensi dan pariwisata Indonesia di Sudan pada 11 Desember lalu," sebut staf KBRI Khartoum Muhammad Syafri kepada beritasatu.com hari ini.
Dalam pernyataan tertulis disebutkan, KBRI mengundang 400 diplomat, pengusaha Sunda, pejabatnya dan lain-lain. Mereka disuguhi keindahan pariwisata Indonesia melalui layar berukuran 6 x 4 meter. Sambil menonton pesona Nusantara, para undangan menikmati berbagai hidangan masakan dan penganan khas Indonesia seperti sate ayam madiun, mie goreng Aceh, gado-gado, bakpia pathok, lumpia dan lain-lain. Kegiatan lainnya mengelar pamer busana.
"Kami mendorong seluruh staff KBRI Khartoum aktif mempromosikan Indonesia. Para model busana itu merupakan keluarga besar KBRI dan warga Sudan," ungkap Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea Dr. Sujatmiko.
Apa jadinya jika suhu mencapai 46-50 derajat Celcius di Khartoum? Salah satunya, resepsi diplomatik Indonesia yang lazim diadakan pada Agustus di Wisma Duta Indonesia digeser ke Desember ini.
"Selama Agustus, September dan Oktober, temperatur di Khartoum mencapai 46-50 derajat Celcius. Maka pada Desember ini diadakan resepsi diplomatik dan promosi potensi dan pariwisata Indonesia di Sudan pada 11 Desember lalu," sebut staf KBRI Khartoum Muhammad Syafri kepada beritasatu.com hari ini.
Dalam pernyataan tertulis disebutkan, KBRI mengundang 400 diplomat, pengusaha Sunda, pejabatnya dan lain-lain. Mereka disuguhi keindahan pariwisata Indonesia melalui layar berukuran 6 x 4 meter. Sambil menonton pesona Nusantara, para undangan menikmati berbagai hidangan masakan dan penganan khas Indonesia seperti sate ayam madiun, mie goreng Aceh, gado-gado, bakpia pathok, lumpia dan lain-lain. Kegiatan lainnya mengelar pamer busana.
"Kami mendorong seluruh staff KBRI Khartoum aktif mempromosikan Indonesia. Para model busana itu merupakan keluarga besar KBRI dan warga Sudan," ungkap Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea Dr. Sujatmiko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




